googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Welcome To Suzuki Bandit, Pengganti Verza

Welcome To Suzuki Bandit, Pengganti Verza



Halo Brosis
Sejak tahun lalu atau pemakaian verza di umur ke tujuh tahun saya sudah memutuskan untuk menimbang mencari motor pengganti verza, bukan karena tidak nyaman tapi karena sudah waktunya dan rasanya sudah mulai bosan.

Sempat memikirkan  motor matic menjadi prioritas namun pilihan masih sulit berkitar di kepala saya, mengingat matic incaran masih ada sejumlah masalah yang bagi saya sangat lumayan fatal. Ada yang speedometernya blank kalau kena hujan, ada yang boros oli mesin, bunyi2 ghoib, gredek, kode-kodean eror sampai problem drat crankshaft tidak saya sebut merk dan jenis toh sudah familiar permasalahan tersebut.

Tidak hanya memantau lewat berita tapi juga dari sejumlah teman yang memakai motor-motor tersebut, tak jarang saat ketemu sharing dan curhat masalah familiar tersebut mulai yang habis jutaan untuk turun mesin, bolak-balik ke bengkel dalam rentang waktu yang singkat, sampai klaim garansi yang menunggu berbulan untuk pergantian part, bagi saya semua itu adalah pembelajaran tidak langsung, sampai akhirnya saya putuskan “belum saatnya” untuk kembali ke motor matic.


DeJavu
Yap sampai beberapa bulan yang lalu saya serasa dejavu saat dalam masa pencarian motor pengganti verza. Sampai di satu waktu saya melihat iklan Suzuki bandit tahun 2019 warna merah kombinasi hitam harga juga sangat menggiurkan yaitu masih lebih murah dibanding bebek 110 baru terlaris saat ini.


Setelah melihat barang secara langsung lalu deal dan transaksi, memori di ingatan saya seperti dilempar 7 tahun silam saat saya meminang verza dengan umur yang juga kurang 1 tahun dan dengan harga yang sama.

First Impresion
Bukan motor yang asing karena saat world premiere di GIaas 2018 lalu saya secara langsung melihatnya jauh2 ke ice BsD dari Surabaya. Impresi tetap tidak berubah “aneh” headlamp satria stoplamp satria tangki gsx, kaki-kaki gsx, hanya side cover frame dan body samping kebelakang yang original bandit.

ujung jok terlalu kecil/ramping
Seat height surprisingly gak jauh berbeda dengan verza hal ini dikarenakan profil jok bagian depan yang menempel ke tangki sangat kecil jika dibandingkan verza tidak lebih ujung jempol sampai ujung jari kelingking. Namun jok ujung yang kecil tersebut dibayar lunas oleh densitas jok yang sangaaat empuk sekali baik busa maupun kulit jok rasanya untuk sport kekinian bandit ini bisa di bilang paling empuk dan nyaman saat diduduki.

Saat menaikinya dan sangat mirip dengan new vixion dengan ujung anak kunci ada di tangki yang diapit shroud besar yang menjuntai kebawah. Saat memegang stir impresi yang di dapat adalah khas naked bike dengan stir/stang yang sejajar tangki motor ditambah posisi stang yang rendah, so sebenarnya shock depan termasuk pendek tapi Suzuki mengakali dengan raiser bawaan yang menempel di triple clamp sedikit lebih tinggi.
fotstep yang terlalu mundur 
Namun segitiga berkendara di bagian bawah posisi kaki kurang ergonomis untuk motor naked, penyebabnya simple karena footstep kaki pengendara masih sama yang digunakan di gsxr, efeknya tentu saja titik berat ada dibagian tengah alias paha sampai pinggul bawah belakang, anda saja Suzuki mau merubah footstep pengendara 3-5cm saja agak maju ke depan pasti akan lebih nyaman.

Boncenger Nyaman
Yap dari penuturan boncenger sendiri untuk ergonomic boncenger termasuk nyaman tidak terlalu tinggi alias pas seperti halnya motor naked lain yang joknya menyambung dan sudah pasti asal tidak oversize boncenger akan nyaman duduk di seat belakang Suzuki bandit, Asli.

Hal itu karena posisi boncenger tidak intimidatif/terlalu tinggi melainkan pas hanya sedikit lebih tinggi ditambah behel belakang yang meski kecil namun fungsional sebagai penopang dan pegangan boncengan.

Impresi Berkendara
Selama 1 bulan pemakaian untuk rute harian dalam kota rasanya cukup untuk menggambarkan bagaimana karakter Suzuki bandit ini, dan sudah pasti sangat berbeda drastis dibanding verza.

Ergonomi nyaman-nyaman pegal, yap sengaja kalimat itu yang saya rasakan selama pemakaian ergonomic nyaman-nyaman pegal dimana bagian depan yaitu tangan sampai pundak sangat rileks dan jauh dari kata capek ya mirip-mirip new cb150 gen 1 yang rada maju ke depan. Tapi di sisi paha sampai bagian pinggang lumayan capek terlebih tangki yang kecil di pangkal jok kurang ergonomis untuk diapit, untuk bagian bawah lutut sampai kaki footstep meski sangat mundur untuk ukuran naked 150cc tapi bagi saya masih oke jadi yang paling tidak nyaman di kelasnya tapi untuk harian dalam kota dengan intensitas riding yang tidak terlalu lama masih oke, jadi tidak salah saya menyebutnya nyaman-nyaman pegal.
Berat, untuk ukuran dimensi motor Suzuki bandit ini asli menipu lupakan jika anda mengharap motor sport naked yang kecil tapi bobotnya enteng, karena saat menggeser-geser atau standart tengah Suzuki bandit ternyata masih lebih enteng motor-motor sejenis dengan dimensi yang lebih besar seperti verza, vixion, byson, bahkan tiger sekalipun rasanya masih lebih mudah untuk menggeser-geser dan lebih enteng. Jadi berat 135kg bukanlah paling ringan untuk dimensinya hanya 1kg lebih ringan dibanding ncb 150 dan lebih berat 5kg dibanding new vixion dan gsxs, sedangkan dibanding verza tunggangan saya sebelumnya lebih berat 14kg.

Handling & Suspensi Untuk Harian Juara, handlingnya superb dan lincah untuk ukuran sport 150cc mengingatkan saya dengan old cb150r yang memang 11-12 ukuran bodynya namun ditunjang dengan ban yang lebih besar. Meliuk-liuk di dalam kota bukan perkara sulit hal itu juga di tunjang oleh suspensi yang nyaman depan belakang, depan saya rasa bantingannya dewasa alias PAS sedang belakang cenderung medium tapi lebih ke soft sangat cocok untuk harian meski bukan yang paling nyaman, namun jok yang super empuk banyak membantu meredam guncangan.


Tenaga bawah boyo tengah atas lebih dari cukup, yap memang karakter mesin DOHC overbore khas Suzuki sangat menyiksa di putaran bawah, namun bagi saya yang terbiasa di motor sebelumnya nafasnya pendek2 karena rpm yang memang rendah di bandit harus sedikit lebih tinggi saat shiftingnya, dan setelah saya eksperimen shifting gigi persneleng di rpm 7-8 ribu adalah yang paling nyaman untuk perkotaan, memang terlalu tinggi jika dibanding motor competitor tapi setidaknya masih lebih mending dibanding harus memaksimalkan sampai rpm tinggi tiap giginya dimana hal tersebut sangat menguras tenaga untuk rute harian perkotaan.

rerata harian riding normal
Konsumsi bbm bergantung tangan, bbm saya gunakan pertalite dengan campuran spark racing 3ml/L, konsumsi bbm on MID untuk rute dalam kota dengan shifting maksimal 7-8 ribu rpm bisa di dapat 43-44,5 km untuk setiap liternya. Sedangkan, dengan style riding agresif dengan shifting gigi di 11-13 ribu rpm bisa di dapat konsumsi bbm 37-39km/Liternya, boros ? tidak, lebih tepatnya sesuai dengan tenaga yang dihasilkan.

So, apakah saya puas, untuk saya yang membeli second dengan harga dibawah 15 juta saya rasa no complain. Desain memang aneh karena gado-gado tapi toh ini gado-gadonya Suzuki bukan gado-gado contek pabrikan lain setidaknya masih lebih bermartabat dan bonus jadi pusat perhatian di jalan karena saking jarangnya di jalan. Mesin no complain lah untuk harian sangat lebih dari cukup, overall memang bukan yang paling keen look, juga bukan yang paling nyaman, tapi jika mencari motor sport langsing handling nyaman plus tenaga paling beringas di kelasnya serta dengan harga yang kompetitif tidak ada pilihan lain. Build quality ? kalau Suzuki masih perlu ngomong build quality ? hehehe.

Semoga Bermanfaat

2 comments:

  1. Halo bang, saya pengguna Verza yang suka cek blog bangjoru. sayang sekali setelah ini berarti ngga ada info untuk verza lagi ya bang..? karena ganti motor?

    ReplyDelete
  2. pernah bayangin minang ini motor, tp ga jd ah, keknya sikon hari2 lbh butuh motor yg irit dan pelan biar gak menguras dompet. btw gile jatoh parah harganya bsa 15 jeti doang. . .

    ReplyDelete