googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Review Pocophone F1, Otak Flagship Banderol Kelas Mid

Review Pocophone F1, Otak Flagship Banderol Kelas Mid



Halo Brosis

Bagi kebanyakan orang membeli ponsel di atas 6 juta rupiah memang butuh sesuatu yang lebih dari sekadar spesifikasi mumpuni. Setidaknya di rentang harga tersebut calon konsumen sudah memikirkan merk & pride dari merk tersebut, hal ini menyebabkan tidak banyak vendor ponsel yang sukses di rentang harga tersebut karena lebih banyak yang memilih merk ponsel yang sudah mapan seperti Samsung atau merk lain yang sudah punya nama.

Itulah yang di alami oleh xiaomi yang memulai eksis dengan jajaran ponsel murah tapi dengan spesifikasi yang mumpuni. Meski terkenal dengan ponsel berharga terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, pun begitu xiaomi memiliki ponsel flagship juga dari seri Mi dan Mix yang sudah pasti harganya juga masuk kelas mid sampai high.

Masalah timbul saat xiaomi akan menjual ponsel flagship-nya terutama di Negara seperti India dan Indonesia yang tentu konsumennya pasti akan berpikir beberapa kali saat membeli ponsel xiaomi dengan harga setidaknya di atas 300 dollar.
Untuk itulah xiaomi menciptakan sub-brand baru yaitu pocophone yang memulai debutnya pertama kali di India 22 agustus lalu dengan pocophone F1, selang 1 pekan kemudian diperkenalkan secara resmi di Indonesia, meski izin sertifikasi perangkat dari kemenkominfo sudah keluar sejak bulan Juli.

Diperkenalkan 27 agustus dan dijual mulai 30 Agustus, nyatanya xiaomi melalui pocophone sukses menggegerkan kembali dunia smartphone. Hal itu tentu tak lepas dari banderol harga pocophone F1 yang hanya 300 USD dollar tapi sudah dilengkapi dengan SoC snapdragon 845 yang merupakan SoC kelas flagship tahun ini yang lazim ditemui di ponsel seharga belasan juta rupiah.

Gak Ghoib, Tapi
Harga resmi pocophone adalah Rp. 4.499.000 untuk versi 6GB RAM 64ROM dan Rp. 4.990.000 untuk versi ROM 128 GB dijual secara resmi mulai tanggal 30 agustus 2018 di lazada, di store lain seperti erafone harga resminya berkisar 300-400 ribu rupiah lebih mahal.

Banyak yang mengira pocophone akan ghoib alias langka seperti kebiasaan xiaomi yang menjual produknya secara flashsale. Akan tetapi ternyata tidak !.

Iya jika hanya berpatokan pada flashsale lazada yang ludes dalam beberapa menit, akan tetapi di erafone yang juga menjual pocophone f1 masih mudah ditemui alias tersedia meski dengan selisih harga beberapa ratus ribu lebih mahal daripada flashsale lazada.
Artinya strategi jualan dua tempat flashsale dan retail offline yang dijalankan xiaomi terbukti ampuh setidaknya inilah ponsel perdana xiaomi yang heboh tapi gak ghoib, good job xiaomi !,

Bongkar kardus
saya sendiri cukup beruntung mendapatkan pocophone f1 melalui flashsale lazada meski agak sedikit berbau keberuntungan. Dan ponsel pun datang 2 hari berikutnya atau pada tanggal 1 September 2018.
Setelah sampai langsung bongkar kardus pocophone f1 yang dimana box kardus kemasannya bewarna hitam dengan tulisan pocophone pada bagian depan, sedangkan di bagian belakang bewarna kuning.

Kelengkapan dalam kardus penjualan khas xiaomi banget ya wajar memang masih satu atap, hehehe.
Ada unit ponsel pocophone f1 bewarna biru , softcase bening (warna hitam softcase hitam), kepala charger dengan output 2 ampere dan kabel data usb type C yang lumayan panjang, tak lupa buku manual,garansi, dan sim ejector ada juga di dalam kardus.  

Desain Sederhana
Di jual dengan banderol terjangkau nyatanya memang harus ada yang dikorbankan, but, xiaomi tidak serta merta “asal” dalam mendesain pocophone meski sampai saat ini untuk urusan desain xiaomi memang bukan jagonya alias inferior.

Begitu juga dengan desain pocophone F1 yang setelah saya amati memang kurang terasa pride-nya. Body poco F1 dibalut dengan bahan polycarbonate bertekstur doff pada bagian backcover-nya meski begitu saya lebih suka kombinasi warna blue dengan aksen semi doff yang memang tidak akrab dengan sidik jari.



Desain depannya pun demikian dengan rasio layar 18,7:9 yang sudah ber notch terkesan kurang greget, tak lain tak bukan hal itu karena dagu yang terlalu lebar dan sisi poni atas masih ada menyisahkan beberapa millimeter jarak, sedang di sisi layarnya juga nampak masih sedikit terlalu tebal.


Layar pocophone beresolusi Full HD+ dengan  kedalaman layar 403 ppi saturasi warna yang dihasilkan cukup bagus , sudah dilengkapi corning gorilla glass 3. Di sisi atas terdapat kamera depan beresolusi 20 megapixel plus kamera vga yang berfungsi sebagai pemindai wajah.

Di sisi belakang ada tiga lingkaran berjejer secara horizontal dimana di atas adalah kamera 5 megapixel dengan sensor isocell sebagai depth dan di bawahnya ada kamera utama 12 megapixel lensa sony imx363, sedangkan bulatan paling bawah adalah sensor sidik jari ( fingerprint), sedang lampu flash ada di sisi samping.

Di bagian bawah ada mono speaker dan microphone serta lubang port usb type C, lalu di sisi kiri ada slot kartu sim yang bertipe hybrid, dikanan ada power dan volume up/down, jack audio ? tenang pocophone masih dilengkapi 3,5mm jack audio yang terletak di kanan atas posisi ini termasuk aneh menurut saya yang sebelumnya menggunakan ponsel dengan jack audio di bagian bawah.



Overall desain pocophone adalah sederhana, tidak ada kesan wah yang dimiliki tapi tidak juga dikatakan jelek,  

Spesifikasi Hardware
Jika soal desain dan tampilan pocophone serba harus dimaklumi namun, tidak demikian dengan spesifikasi yang dimiliki. Snapdragon 845 yang notabene hanya di temui di ponsel dengan banderol 6 juta bahkan belasan juta kini nangkring sebagai otak pocophone F1. SoC tangguh tersebut dikawinkan dengan RAM sebesar 6GB plus pilihan memory 64 atau 128 GB.

Satu hal yang spesial adalah penggunaan memory internal bertipe ufs 2.1 keluaran Samsung yang mampu memberikan kecepatan membaca dan menulis data lebih cepat dibandingkan dengan memory jenis lain seperti emmc.



Dengan spesifikasi seperti itu pocophone F1 diklaim xiaomi mampu menunjukkan jaminan peforma mumpuni, setidaknya skor antutu sudah pasti diatas 200 ribu poin seperti halnya ponsel dengan soc 845.

Saat saya uji skor yang saya hasilkan sekitar 250 ribuan poin, klaim xiaomi bisa mencapai 290 ribuan poin, dan rata-rata ada di angka 260-270 ribuan.

Tampilan UI & Fitur

Hardware yang mumpuni di pocophone F1 berjalan di sistem operasi MI UI berbasis android Oreo dengan custom ROM yang dinamai xiaomi poco launcher. Perbedaan mencolok dengan MI UI ada pada hadirnya app drawer sehingga bisa dibilang poco launcher ini seperti MI UI rasa android murni atau sebaliknya.

Tampilan UI nya masih kental aroma MI UI dengan segala kelengkapan yang ada di home screen depan, hanya saja saat menginstall aplikasi terlebih dahulu icon aplikasi akan muncul di app drawer tidak seperti di MI UI yang semuanya terjejer di homescreen depan, di poco launcher ini pengguna harus memindahkan icon aplikasi yang baru di install ke homescreen depan.

Pada halaman app drawer poco launcher juga sudah dapat menggolongkan jenis aplikasi seperti media, hiburan, game , dan lain sebagainya.

Selain itu pocophone F1 juga sudah dilengkapi fitur-fitur  standart khas MI UI seperti ada quick ball, sensor kompas, barcode scanner, hanya kali ini absen remote karena pocophone f1 tidak dibekali infra red blaster.

Sebagai gantinya xiaomi membekali pocophone f1 satu buah kamera low resolution di bagian depan sebagai kamera  pemindai wajah (face unlock) yang saat saya coba tergolong sangat cepat.

Peforma
Tidak ada yang perlu di perdebatkan di sektor ini, karena peforma pocophone sangat gegas saat digunakan, perpindahan aplikasi terasa smooth meski saat idle sekalipun UI yang digunakan sudah memakan setengah dari jumlah RAM yang dimiliki.


pubg ready settingan high rata kanan
Yang paling menarik tentu adalah digunakan untuk bermain game, saat saya gunakan bermain PUBG dengan settingan HD dan settingan semua enable (rata kanan) nyatanya game masih bisa dimainkan dengan mulus. Digunakan bermain game selama kurang lebih 45 menit body pocophone F1 tidak terasa hangat hal itu sedikit banyak tentu berkat penggunaan liquid colling di dalamnya (bukan radiator)

Bodi belakang pocophone yang berbahan polycarbonate memang tak tampak mewah tapi sangat membantu mengurangi suhu ponsel saat digunakan full load karena sifat plastik yang tidak menghantarkan panas.

Kamera
Banyak yang menyangsikan jika xiaomi (akan) melakukan pemangkasan di sektor kamera, tapi ternyata tidak. Pocophone F1 dibekali dual kamera pada bagian belakang dengan kombinasi 12 megapixel dengan sensor sony imx 363 sebagai kamera utama plus lensa depth sebagai efek bokeh yang memiliki resolusi 5 megapixel dengan sensor Samsung.

Dari beberapa sampel foto yang saya ambil menggunakan kamera pocophone F1 hasilnya secara keseluruhan tergolong bagus dan memuaskan untuk ukuran harganya.


mode auto, AI aktif
Pada foto mode auto dengan bukaan lensa f1.9 foto yang dihasilkan bagus dengan saturasi warna yang pas dan tidak lebay. Foto pertama saya ambil di kondisi outdoor pagi hari.


auto, AI off

senja, mode auto AI aktif
Mode potraitnya pun juga jempolan karena tone kombinasi area blur dan objek fokus sudah diatur dengan AI yang mampu membaca objek.


potrait, AI aktif
AI pada kamera pocophone F1 memberi opsi kontras pencahayaan yang lebih kuat dalam mode auto.
Dalam kondisi malam hari dengan pencahayaan gelap foto yang dihasilkan memang mengalami penurunan, tapi tergolong masih mampu menangkap detail objek dengan jelas.
malam hari, auto AI off
Di kondisi malam hari dengan penerangan lampu perumahan foto yang ditangkap masih termasuk baik, tapi agak kewalahan menangkap kontras cahaya tapi secara keseluruhan objek tetap tertangkap dengan jelas.



Beranjak ke kamera depan dengan resolusi 20 megapixel foto yang ditangkap seperti khas ponsel xiaomi. Terdapat pilihan 5 ingkatan efek kecantikan, tapi dengan kondisi auto dengan preset standart objek wajah yang di tangkap sudah bagus dan soft tidak lebay tapi cenderung pas.


mode auto, AI aktif
Di Sektor perekaman video pocophone F1 mampu merekam hingga resolusi 4k, akan tetapi pada resolusi maksimal stabilitzer elektronik (EIS) tidak akan aktif, sehingga disarankan untuk hasil yang stabil menggunakan resolusi full hd.

Hasil perekaman video pocophone F1 juga tergolong baik, saya menyebutnya mirip dengan xiaomi redmi note 5 akan tetapi tentu dengan tone dan kontras warna yang lebih jernih.
Meski memiliki otak flagship, akan tetapi jangan harap hasil foto setara ponsel seharga belasan juta lain, setidaknya kamera pocophone F1 saya katakan sesuai dengan harganya.
Daya Tahan Baterai
Membawa spesifikasi mumpuni tentu xiaomi tidak serta merta melupakan soal supply daya di pocophone. Baterai 4000mah dengan fitur qualcoom quick charge 3.0 menjadikan jaminan pocophone tidak perlu was-was soal baterai.

Baterai 4000 mah yang dimilikinya sanggup menghasilkan screen on time selama 7 jam. Dan dengan pemakaian ala saya sehari-hari pocophone F1 tentu tidak akan bertahan seharian penuh dari pagi ketemu pagi akan tetapi digunakan sedari subuh sampai tengah malam pun (sekitar jam 9-10 malam) baterai yang tersisa paling banter menyisakan 10-15%.

Saat pengisiannya pun tergolong cepat kurang dari 2 jam lebih tepatnya berkisar 1,5 jam baterai sudah 100% terisi penuh.

Kesimpulan
Saya pernah berkelakar pada teman saya jika pocophone ini seperti mobil LCGC dengan mesin RB (RB series Nissan) alias body sederhana tapi mesin mumpuni dan nyatanya memang perumpamaan saya tersebut tidak terlalu meleset jauh, hehehe

Yap, dengan harga mulai 4,5 jutaan rupiah dengan spesifikasi yang dimiliki tentu keputusan menolak memiliki ponsel pocophone f1 ini amat sangat sulit untuk ditolak.

Peforma checklist . Kamera ehmm meski gak bagus macam flagship belasan juta tapi dengan ponsel 4-6 jutaan lain tentu masih bisa bersaing. Baterai, 4000mah+quick charge masih perlu diperdebatkan ?. garansi ?, checklist resmi TAM.. Ketersediaan barang ?, checklist karena sudah anti ghoib2 club



Mungkin satu alasan kuat untuk tidak membeli ini adalah anda yang sangat perfeksionis soal desain, atau setidaknya anda yang yang menyukai kemewahan sebuah desain ponsel.




No comments:

Post a Comment