googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Honda Old Revo Pakai Oli 10w-40, Biar Nendang

Honda Old Revo Pakai Oli 10w-40, Biar Nendang


Halo Brosis

Dari sononya honda revo old 100 cc yang sebenarnya hanya punya kaapasitas murni 97cc ini peforma mesinnya nggak seberapa, ya maklum di samping khas motor bebek dengan cc kecil tidak perlu mengharapkan peforma yang terlalu wah.

Sedari saya membelinya dalam kondisi seken 11 bulan lalu old revo ini menjadi motor daily driver bapak bjr. Ya namanya motor orang tua gak perlu banter-banter, akan tetapi sejak pertama beli saya memakai oli kental untuk mengimbangi mesin yang sudah berumur 1 dekade ini.
Ya awal membeli saya langsung pakai oli enduro, lalu prima xp 20w-50 2x yang viskositasnya sesuai dengan motor honda sebelum tahun 2010 yaitu 20w-40. Memang tidak ada yang istimewa memakai oli dengan sae kental, dengan rentang visko yang tipis, sampai pada suatu waktu saya coba motor kok berat dan saat saya tanyakan ke yang pakai motor memang demikian adanya.

Untuk mesin sebenarnya masih standart alias belum pernah bongkar atau oversize meski suara nggak halus-halus amat, akhirnya awal tahun lalu saya siasati memakai oli yang lebih encer dan agak mahalan dikit, yap pertamina fastron techno 10w-40.

Sebenarnya mau menggunakan oli hdeo 15w-40 untuk membersihkan mesin, tapi stock di almari hanya ada pft akhirnya tuang saja, so sempat khawatir ngebul atau agak vampire secara clearance dalam mesin untuk motor umur 10 tahun tidaklah rapat-rapat amat.

Akselerasi lebih nendang,
Pembeda utama dengan oli sebelumnya yang lebih kental adalah akselerasi yang lebih ringan, maklum dengan visko baik dalam kondisi dingin (10w) maupun panas (40) lebih mudah mengalir di dalam mesin. Shifting gigi pun juga smooth hampir nggak ada beda dengan oli prima xp 20w-50 yang sebelumnya di pakai.

Bapak yang memakai motor pun mengamini jika motornya lebih rileks dan akselerasinya tambah cepat, plus-nya lagi konsumsi bbmnya otomatis sedikit tambah irit, deselerasi minim khas pft seperti di verza tidak separah saya temui di old revo, mungkin di bebek dengan kopling otomatis sedikit terbantu dengan adanya kampas ganda sebagai peredam kopling.

Suara Agak Kasar, Gak Ngebul atau Vampire
Tentu saja ada sisi lain yang harus di korbankan, yap suara mesin tidak sesenyap saat memakai oli sebelumnya yang lebih kental, nggak kasar2 amat sih tapi pokoknya terdengar agak kasar, tapi nope saat jalan bunyi knalpot yang negabas sedikit banyak menutupi suara mesin yang kasar jadinya hanya terdengar saat motor diam atau stasioner saja.

Begitu juga dengan volume oli saat saya drain minggu lalu di pemakaian 3500 volume oli ada di kisaran 850 ml. Alias hanya susut 50 ml saja, loh bukannya kapasitas oli old revo 800 ml ?, yap betul, akan tetapi di 2500 km pemakaian saya top up 100 ml untuk mengurangi sedikit suara kasarnya.

Saat di drain pun oli bewarna hitam pekat, tanda oli di awal pemakaian bekerja dengan maksimal tentu dengan angka TBN pft hijau yang berkisar di angka 10 setidaknya daleman mesin bisa ikut terbilas.

Tetap pakai 10w-40 Tapi Prima XP
Sampai di pemakaian berikutnya saya memutuskan agak men downgrade dari pft ke prima xp, kenapa ? kali ini saya kehabisan stock pft, hehehe. toh secara spesifikasi perbedaan prima xp 10w-40 dengan pft tidak terlalu jauh hanya angka TBN prima xp hanya di angka 7 sekian saja.

Setelah tuang , ternyata memang perbedaannya tidak terlalu signifikan, khas 10w-40 yaitu akselerasi ringan, belum lagi dengan jargon extreme power & protection (mungkin) lebih bisa mengurangi panas mesin mengingat sebentar lagi memasuki musim panas, toh di honda verza saya sudah merasakan betapa mumpuninya oli seharga 55 ribuan ini mampu mendinginkan mesin dengan optimal, malah di verza untuk urusan panas mesin prima xp lebih mumpuni dibanding pft yang lebih mahal dan lebih tinggi spesifikasinya.

Overall sih pakai oli 10w-40 di motor yang berumur 1 dekade macam old revo lumayan ringan dalam akselerasi, konsumsi bbm jadi lebih irit mengemudi pun jauh lebih rileks.

Semoga Bermanfaat


1 comment:

  1. Siiip.... Nunggu review oli yg lain lagii... Hehhe

    ReplyDelete