googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Review Asus Zenfone Max Pro M1, Worthed Tapi Gak Bagus-Bagus Amat

Review Asus Zenfone Max Pro M1, Worthed Tapi Gak Bagus-Bagus Amat



Halo Brosis

Sebagai handphone daily driver saya yang sudah saya pakai hampir 9 bulan, xiaomi redmi note 4 sudah sangat memuaskan untuk menunjang aktifitas keseharian saya. Entah itu game ringan, sosial media, trading, dan tentunya beberapa aplikasi lain. Daya tahan baterai, peforma mumpuni, dan harga rasional kiranya itulah yang saya suka dari redmi note 4, sampai keluar redmi 5 plus dengan layar kekinian dengan spesifikasi yang sama + layar yang kekinian nyatanya belum mampu mengoyahkan hati saya untuk ganti.

Sampai pada akhirnya Snapdragon 636 memulai gaungnya sekitar akhir Maret lalu dan melihat segala peningkatan dibanding snapdragon 625, hati mana yang tak goyah, dan saya putuskan inilah opsi upgrade smartphone redmi note 4 saya. Sekali lagi ini bukan karena redmi note 4 tidak mumpuni lagi, tapi logika saya jika mempertahankan hp terlalu lama maka ujung-ujungnya rugi banyak, apalagi ada hp dengan harga yang beda tipis dengan spesifikasi lebih mumpuni jika tidak segera dijual maka anjloknya akan semakin parah.
Sampai di bulan berikutnya xiaomi melaunching xiaomi redmi note 5 sebagai penerus note 4 dengan harga 2,5 jutaan wah ini nih yang saya cari, tapi lewat timeline instagram asusid sudah ancang-ancang dengan zenfone max pro m1 yang spesifikasi sama dengan baterai yang lebih besar dan harga yang rumor (saat itu masih rumor) lebih murah dibanding redmi note 5, sekali lagi hati saya goyah. Sampai akhirnya selang seminggu kemudian zenfone max pro m1 dilaunching dan gila dengan harga yang lebih murah 200 ribu dibanding redmi note 5.

Setelah menimbang kurang lebih 4 hari antara redmi note 5 atau max pro m1, akhirnya saya putuskan memilih asus zenfone max pro m1. Why ?, pure ingin coba-coba lagi selain mi UI, terlebih sudah 1,5 tahun ini gawai yang saya pakai ber user interface MI UI, sekaligus ingin membuktikan memang se- wah yang orang katakan kah, setelah mantap pilih saya hubungi teman saya si ahli joki flash sale untuk memesan asus max pro m1 di flash sale perdana Rabu 25 April lalu, dengan fee 75 ribu hari sabtu m1 pro sudah di tangan.

Sebenarnya harga patokan saya ya harga normal price sesuai yang di list asus yakni, Rp.2.299.000, terlebih jika dijual dengan flash sale harga real di pasaran akan floating (flukluatif, tapi terkesan naik), jadi dengan membeli lewat joki dengan fee 50-75 ribu masih rasional menurut saya.
dan dugaan saya terbukti sampai saat ini, harga di offline store maupun online shop selang 3 minggu masih saja lebih mahal dari pada harga normal, kisaran 200-400 dari harga normal yakni 2,3 juta rupiah.

Unboxing & Kesan Pertama

Setelah sampai di tangan kemudian unboxing, first impresion box kemasan cakep dengan aksen warna silver dan biru. Kemudian tarik box dan keluarlah kitab-kitab, case, sim ejector, dan kabel data kepala charger, unit pro m1 ada di bawah. Jadi kali ini kelengkapan standart khas hp saat ini hanya ada kepala charger dengan output 12v 2 ampere yang katanya suport fast charging 3.0 lalu kabel data micro usb sepanjang 45 cm (masih panjang punya renot 4) baik kabel data dan kepala charger senada warnanya yakni putih.

Lalu case yang sekarang lebih berguna dibanding earphone, hal itu karena saat ini rata-rata hp berbahan metal di backcovernya alhasil sudah pasti licin saat digenggam, dan dari pada user beli case yang juga belum tentu ada, maka lebih afdol dalam paket penjualan di dalamnya ada case backcover handphone, really, jika diberi pilihan case atau earphone saya lebih suka memilih case, meskipun tentu akan lebih bahagia jika dapat keduanya, hehehe.


case lebih berguna daripada earphone
Lalu beranjank ke unit zenfone max pro m1 (namanya kepanjangan, lanjutan akan saya sing Pro M1), unit hanya dibungkus plastik yang melindungi sekujur bodi, setelah dikeluarkan dan digenggam exactly berat dan mantap digenggam. Oh iya tidak ada ritual kletek pelindung layar karena memang tidak ada.

Pro M1 saat ini hanya tersedia dengan pilihan 1 warna saja yakni hitam. First impression unitnya pertama berat, lalu di bagian depan sebagai mana umumnya smartphone saat ini ada kamera depan plus led flash, dan tak lupa ada LED notifikasi sesuatu yang amat membantu saya saat ada notifikasi beruntungnya ada juga led flash depan. Bentang layarnya 6 inch dengan aspek ratio 18:9 yang lebih kekinian dan memanjang. Saat saya sandingkan dengan redmi note 4, Pro M1 lebih tinggi tapi lebih ramping. Untuk proteksi saya tidak menemukan informasi apakah sudah disematkan gorilla glass atau belum, tapi saat di usap layarnya mirip2 redmi note 4 alias sudah terlapisi oleophobic coating.
Lanjut ke bagian lain ada logo asus di tengah, diatasnya ada sensor fingerprint lalu di pojok kanan atas ada sepasang kamera plus led flash yang tertata secara vertikal, sedangkan di bawah bersih hanya ada sticker imei, dan ini nggak perlu dilepas karena akan berbekas. Lanjut ke bagian sisi-sisinya, sisi bawah ada port micro usb di tengah, speaker di sisi kanan, dan lubang microphone di sisi kiri plus paling kiri ada lubang jack 3,5 mm, posisi jack audio di bawah adalah sesuatu yang coba di turunkan dari ponsel flagship yang dari dulu sebagian besar ada di bawah dan smarphone mid dan entry ada di atas.
jack 3,5mm di bawah, saya suka
Sisi kanan ada tombol volume up/down plus tombol power, sedangkan di sisi kiri ada sim tray yang memuat 2 sim plus 1 slot micro sd, amat sangat berguna yang memakai 2 kartu tanpa harus mengorbakan dengan micro sd. Sedangkan di sisi atas bersih tidak ada port infra red blaster macam di hp xiaomi.

Secara garis besar untuk desain tidak ada masalah, hanya kesan plastiknya terasa memang di sekeliling body nya akan tetapi saat memakai case tidak akan terasa, lalu peletakan speaker di sisi kanan seringkali tertutup tangan saat bermain game secara horizontal.

Stock Android, Enteng Tapi Minim Fitur

Setahun lebih pakai MI UI lalu kembali ke stock android itu rasanya, ya seperti naik mobil full fitur modern lalu ke mobil basic dengan fitur seadanya. Yap Pro M1 memang berbeda dibanding ponsel asus yang lain, dimana kali ini Pro M1 menggunkan stock android atau android murni bukan lagi zen UI yang sebenarnya nggak jelek-jelek amat.

Yap dahulu saat memakai fonepad, Zen Ui saya rasa cukup enak, tapi ya boros ram mirip-mirip MI UI, akan tetapi Zen UI lebih minim fitur plus ada app drawer. Pro M1 dengan stock android saya rasa bekerja dengan baik dan gesit. Tapi bagi saya ini UI miskin fitur berbeda dengan MI UI yang meski update android terbaru lama tidak akan terasa dengan berbagai fitur di MI UI.
Tidak ada quick ball yang membantu mengurangi memencet tombol power, lalu juga berfungsi menangkap layar (screenshot), lalu keamanan dan pembersih di Pro M1 harus memakai software pihak ke 3. Saya rasa bagi yang sudah biasa dengan stock android ini bukan menjadi masalah, tetapi bagi yang sebelumnya di hp nya UI yang di pakai penuh fitur maka perlu sedikit waktu untuk membiasakan.

Snapdragon 636, Peforma Juara

Salah satu alasan terbesar saja mengganti xiaomi redmi note 4 adalah ingin mencicipi snapdragon 636, dengan kata lain saya mengincar kenaikan peforma hardware yang lumayan signifikan. Test Antutu Benchmark Pro M1 mampu menembus angka 115 ribuan poin, artinya selisih 50 ribu poin dibanding redmi note 4 saya dahulu yang menggunakan snapdragon 625.


Hal itu dikarenakan snapdragon 636 menggunakan cortex a73 dengan arsitektur big LITLE yang telah menggunakan core kryo (kryo 320) yang merupakan core custom modifikasi snapdragon yang juga digunakan di jajaran snapdragon 800 series yang merupakan Procesor kelas flagship.  Tidak heran meski base clock speed lebih rendah  0,2 Ghz dibanding 625, snapdragon 636 lebih powerfull.

Tidak hanya itu GPU Adreno 509 yang lebih powerfull dibanding 506 plus pengaplikasian RAM LDDR4 dengan speed 1333 mhz membuat Snapdragon secara keseluruhan lebih cepat 40-45% dibanding snapdragon 625.

Apakah itu hanya sebuah bualan belaka ?, ehmm sama sekali nggaak, saat teman saya test mencoba bermain game PUBG menurut penuturannya rasanya lebih smooth dibanding handphone miliknya, oh iya smartphone teman saya adalah xiaomi MI A1 yang UI nya sama-sama stock android.
Game lain ?, saya sebenarnya pingin juga game lain, tapi dasarnya saya nggak sebegitu suka dengan game mobile, maka PUBG saya rasa bisa menjadia acuan (mewakili) test gaming. 



Selama pemakaian pun, tidak saya temui lag yang mengganggu hanya lag dikarenakan jaringan data sih sering, hehehe
main pubg terasa smooth di settingan graphic medium atau balance, jika di up ke sttingan high tetap bisa jalan tapi dengan konsekuensi kurang nyaman, menurut teman saya pengguna MIA1 dengan sd 625 plus RAM 4 GB , di Pro M1 ini lebih baik karena di MIA1 yang sama-sama memakai stock android PUBG hanya playable dan nyaman di settingan graphic low
Kamera Biasa Saja, Bahkan
Salah satu tren kamera di smartphone saat ini sudah ada di Pro M1 yaitu dual kamera, set up kamera Pro 1 adalah 13 mp + 8 mp (lensa wide) yang membantu untuk mengambil foto bokeh. Sebenarnya di Snapdragon 636 juga sudah menggunakan chipset kamera Spectra 160 ISP dengan fitur zero shuter lag dan mampu menangkap gambar dari lensa sampai 24 mp dengan vibrant warna yang lebih nyata dan hidup.
mode auto, indoor (cahaya lampu ruangan 10 wat)
Hasil kamera di dalam ruangan cukup baik, asal cahaya cukup, saya tes dalam kamar dengan pencahayaan lampu led 10 wat dengan objek diam, hasil lumayan bagus.


mode auto outdoor
Mode auto di outdoor dengan objek padi bagus, dengan pencahayaan pagi hari yang kaya cahaya hasil bisa di banggakan.
mode auto , zoom crop 3x 
Foto mode auto yang telah mengalami 3 kali crop (zoom) hasil tidak pecah, dan masih dalam taraf yang bisa di terima.

Tapi meskipun chipset kameranya bagus ternyata hasil gambar yang di tangkap cenderung biasa-biasa saja, gak wah banget tapi juga gak bisa dikatakan jelek, tapi setelah saya lihat hasil kamera xiaomi redmi note 5 dari reviewer di youtube maka Pro M1 ini terasa sekali lebih inferior. Tone warnanya pucat agak kekuningan tapi objek yang di tangkap jelas, shutter speednya juga standart, lag ada jika mengambil gambar terus menerus.


mode HDR
Mode HDR setelah update ke 3 , lumayan membantu dalam segi komposisi warna objek yang lebih rapi dibanding sebelum mendapat update, 

Kemudian efek bokehnya saya rasa juga masih dalam taraf baik, nggak rapi-rapi amat sebenarnya, kalaupun ingin mendapat hasil bokeh yang pas dan rapi harus melakukan 2-3 kali jepret dan saat menggunakan menangkap gambar dengan efek bokeh itupun nggak cepat2 amat, ada delay sepersekian detik setelah menangkap gambar.


asus zenfone max pro m1
fokus sering miss (meleset)


perlu effort lebih 
Tracking fokus objek saat mode bokeh pun tak jarang juga meleset jadinya area yang seharusnya blur malah ikut fokus, tapi kurang rapinya bokeh mode ini sedikit terobati setelah mendapat update ke 3, tapi masih belum sembuh total, tapi lebih baik dari saat pertama kali dinyalakan.


sampai hasilkan yang terbaik
Hal ini amat sangat di sayangkan mengingat spectra ISP 160 sebenarnya hasilnya maksimal jika disandingkan dengan sensor kamera yang bagus dan itu ada di redmi note 5 BUKAN di Pro M1 ini.
Kamera Depan mungkin menjadi kelemahan yang amat sangat fatal jika dibandingkan xiaomi redmi note 5, bahkan dibanding redmi note 4 dalam mode standart masih lebih bagus redmi note 4. Hal itu karena dalam kondisi standart kamera xiaomi sudah ada fitur beautyfy otomatis yang menjadikan wajah bersih dan kinclong tapi masih dalam batas wajarlah efek beauty di xiaomi.

bokeh front cam
front cam, normal (auto) mode
redmi note 4 mode auto
Hasilnya Kamera depan pro M1 hasil yang di tangkap biasa-biasa saja, asal nggak dibandingkan kamera depan xiaomi hasilnya lumayan, baru jika di compare kamera depan pro m1 ini terasa jelek. Sebenarnya ada efek beauty dengan 3 tingkatan yakni rendah—sedang-tinggi tapi efeknya cenderung hanya ke kontras warna keseluruhan, bukan objek.

Untuk Video sendiri Pro M1 bisa merekam hingga resolusi 4k 30fps, hasil videonya secara umum lumayan bagus, tapi ketiadaan EIS amat di sayangkan tentunya.

Hasil Kamera Pro M1 yang biasa ini juga andil dari software kamera yang menggunakan snapdragon kamera-lalu update ke-3 pakai standart google, mungkin bisa sedikit lebih baik jika menggunakan software kamera zen ui , tapi sayangnya Pro M1 tidak menggunakan Zen Ui. . 
Baterai Besar, Tapi
5000 mah adalah kapasitas baterai yang tersemat di Pro M1 angka tersebut lebih besar 1000 mah dari kompetitornya yakni xiaomi redmi note 5. Lantas bagaimana peforma baterainya, setidaknya baterai 5000 mah ini diklaim asus sangat mumpuni untuk menemani gaming selama ber jam-jam, di sini saya tidak akan mengetest gaming ber jam-jam akan tetapi hanya pemakaian ala saya gaming iya walau sebentar,medengarkan lagu, sosmed, trading, streaming, dan lain-lain.

SOT yang saya dapat rata-rata 6,5-7 jam, tapi real-nya tentu tidak serta merta sama. Di awal 3-4 hari pemakaian baterai 5000 mah nyatanya tidak cukup kuat bahkan tidak sesuai ekspektasi, masih mirip2 dengan xiaomi redmi note 4 hp saya sebelumnya, akan tetapi pengecasan sangat cepat hanya sekitar 2 jam-an saja dari 5% sampai 100%.

Akan tetapi setelah hampir 3 minggu pemakaian ini dan sudah mendapat 3 kali update software, di sektor baterai mengalami perubahan. Baterai cenderung lebih hemat dibanding sebelumnya, masih mampu mensuport sampai satu hari lebih full data (non wifi). TAPI setelah update software malah peforma pngecasan lebih lambat, 10% ke 100% bisa sampai 2,5-3 jam.

Dari dua pengalaman tersebut sebenarnya peforma baterai Pro M1 ini tidak istimewa-istimewa amat sebenarnya, kecurigaan ini mungkin dari software yang dipakai, dimana masih belum optimal.
note : Pemakaian 1 Slot Sim, full jaringan data, gps non aktif.

Lain-Lain
Fingerprint adalah yang soroti di Pro M1 ini sebagai sisi minus, hal itu karena kecepatannya lemot. Setelah mendapat 3 kali update pun peformanya masih lambat tapi lebih baik dibanding sebelumnya. Terasa ada jeda sepersekian detik, dibanding redmi note 4 saya sebelumnya jelas Pro M1 fingerprint-nya terasa inferior.

Kemudian di Update ke 3 terdapat fitur baru yakni face unlock, setelah saya coba dan setting di menu keamanan face unlock ini bekerja dengan baik dan cepat. TAPI dengan catatan juga nggak selalu bekerja, entah karena belum optimal atau wajah saya yang berubah-ubah, hehehe. Selain itu jangan harap fitur ini bekerja di kala remang-remang kamar apalagi Gelap karena tidak akan merespon, face unlock bekerja saar kita menekan tombol power dan layar menyala, dengan kata lain kalau layar mati face unlock ini tidak akan bekerja.

Lalu di Speaker bawaan Pro M1 keluarannya cukup memuaskan, cukup keras di set setengah sekalipun tone suaranya pun jernih dan ngebas, good job untuk keluaran speaker Pro M1 ini, hanya letaknya yang sedikit offside saat hp digunakan secara horizontal (gaming).

Conclusion
Total selama pemakaian saya selama 3 minggu sudah mendapatkan 3 kali update software yang meliputi peforma kamera, baterai, peforma fingerprint dan face unlock. Itu artinya Pro M1 ini saat liris masih sangat basic sekali dari segi softwarenya tapi dengan adanya 3 kali update yang cukup signifikan ini menandakan asus niat dan concern meski tidak menggunakan zen UI andalannya.

berkaca harganya, recomended !
Last, apakah dengan banderol normal 2,3 juta rupiah apakah Pro M1 recomended ? bagi saya setelah memakai dan merasakan plus minusnya ini handphone masih rekomended kok. Sektor terkuat adalah peforma gamingnya dan mutitasking tentunya Plus Harganya yang lebih murah dibanding redmi note 5.

Asal tidak menuntut kamera yang wah, atau fitur UI yang banyak ini hp layak beli, lainnya seperti baterai, kamera, dan baterai mungkin hanya soal kematangan software saja, so mengingat pro M1 rajin mendapat update bukan tidak mungkin Pro M1 semakin optimal dan lebih baik lagi, tentu juga ketersediaan stock barang juga berpengaruh, kalau sudah murah spek bagus tapi barang sulit di dapat ya konsumen akan berpaling.

+ Peforma Juara
+ Harga Lebih Murah dibanding kompetitor
+ Jaminan Update Software
+ Baterai

- fingerprint nggak cepat
- kamera biasa
- Ketersediaan barang

Semoga Bermanfaat

2 comments:

  1. mantap ulasan nya. . . biasa kesini mau liat artikel verza aja skrg ada smartphone jg

    ReplyDelete