googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Kereta Api Jayakarta Premium, Ekonomi Rasa Eksekutif

Kereta Api Jayakarta Premium, Ekonomi Rasa Eksekutif


kereta api surabaya jakarta

Halo Brosis

Awal Minggu lalu saya ada keperluan yang sebenarnya cukup mendadak yang memaksa saya melakukan perjalanan ke Jakarta. Yap memang bukan mendadak hanya selang beberapa jam atau beberapa hari, tapi masih berjarak minggu (beberapa pekan), tapi bagi saya tentu bukan style saya, bukan karena mendadaknya, akan tetapi transportasinya.

Surabaya-Jakarta banyak pilihan moda transportasi yang digunakan pesawat, bus/travel, atau kereta api , akan tetapi dasar saya yang nggak mau keluar biaya banyak walhasil kereta api menjadi pilihan saya. Kenapa tidak pesawat, kan cepat ? yap cepat Cuma 1-2 jam tapi bagi saya user experience nya kurang, terlebih keluar dari bandara ke tempat tujuan bagi saya mahal (note bagi saya).
Bus/travel  ? sebenarnya pingin juga sih tapi 18 jam perjalanan di dalam bus bagi saya (masih) terlalu lama, belum lagi style driving sopir bus yang sering kali buat jantung “deg-deg ser”, lihat bus ngeblong saja rasanya gak karuan apalagi ada di dalam bus yang ngeblong, waduh skip dulu dah, terlebih saya butuh sampai tujuan dalam keadaan bugar.

At last pilihan tentu saja tersisa kereta api, tapi kali ini saya mau naik kereta api yang beda, pinginnya sih KA prioritas tapi saat itu hari Senin terlebih saya belum terlalu butuh kemewahan dalam perjalanan, hehehe (belum punya cukup duit sebenarnya). Setelah menimbang dan mencari kereta api apa yang akan dinaiki, akhirnya saya pilih naik Jayakarta Premium.

Sekilas Kereta Api Jayakarta Premium
Kereta Api Jayakarta Premium adalah kereta api jurusan Surabaya-Jakarta dengan pemberangkatan awal di stasiun Gubeng dan pemberhentian akhir di stasiun Pasar Senen. Rute yang dilewati adalah jalur selatan pulau Jawa yang artinya lama perjalanan relatif lebih lama dibandingkan jalur utara.

Jayakarta Premium adalah kereta api baru yang baru dilaunching September 2017 lalu, Jayakarta Premium adalah pengganti dari Gaya Baru Malam Selatan Premium dengan rute yang sama, pembedaannya hanya ada jadwal keberangkatannya, GBMS premium dulu hanya melayani setiap akhir pekan (Jumat-Minggu), sedangkan Jayakarta Premium full day (Senin-Minggu).
Jayakarta Premium masih masuk kedalam kelas ekonomi, tentu dengan embel-embel premium dengan sedikit penyesuaian fasilitas dan kenyamanan, tidak hanya itu jayakarta premium menggunakan gerbong K3 yang menggunakan bahan stainless stell.

Harga tiket KA Jayakarta Premium Surabaya-Jakarta dijual mulai dari 230 ribu rupiah untuk subclass terendah (c) dan 300 ribu rupiah dengan subclass tertinggi (weekend bisa beda harga)  

lorong lebar
Kesan Pertama, plus plus
Kereta sudah standby 20 menit sebelum waktu keberengkatan tepat pukul 15.00 di stasiun Surabaya Gubeng, kesan pandangan pertama this is keen look, yap bersih gress sudah selayaknya tampilan kereta api baru, dengan warna gerbong putih plus aksen tulisan “Premium” sebagai pembeda ini KA bukan kelas Eknomoni seperti biasanya.

Saya berjalan agak ke belakang karena saya memilih di gerbong 5 dengan seat nomor 14 a. Setelah naik ke dalam wauh its so thick, yap dari pertama mata memandang kesan premium sudah tampak pada lorong gerbong yang lebar sehingga terkesan memberi suasana luas, bahkan jika dibandingkan dengan KA kelas bisnis misal Gumarang ini lebih rapi dan lebar.

kereta api surabaya jakarta
leeg room kaki lumayan lebar
Setelah menemukan tempat duduk dan naikkan barang ke atas dan tempat barang di atas bukan dari stainless stell macam di KA Ekonomi, lalu saya duduk di sisi jendela. Butuh sedikit waktu sejenak untuk mengamati dalam gerbong, seraya sebenarnya gak percaya “ini bener KA Ekonomi” tapi setelah ada embel2 premium jadi pantes lah di sebut premium.

Kursinya ada 2 seats seperti bisnis dan eksekutif tidak saling berhadapan, kecuali seats nomor 11-12 yang saling berhadapan, sedangkan 1-10 dan 13-22 tidak saling berhadapan (hadap depan semua), dan satu lagi tempat duduk ini fix tidak bisa diputar seperti kereta bisnis yang sejatinya ekonomi yang di bisniskan.

kereta api surabaya jakarta
seat 11-12 saling berhadapan
Busa kursinya tebal, kira-kira sejengkal jari jempol-dan kelingking bagi saya yang berat badannya kelas berat sekali lagi ini lebih nyaman dibanding bisnis sekalipun soal kenyamanan duduk. Jenis Kursinya semi independent bukan menyambung seperti KA bisnis. Sebagai pemisah antara penumbang sisi jendela dan sisi lorng ada arm rest kecil ditengah yang bisa dilipat, tapi ini arm rest-nya tengahnya satu doang, jadi mustahil 2 penumpang bisa berbagi sandaran tangan di sisi tengah. Asyiknya lagi kursinya bisa di reclining sampai 3 step sangat beguna saat kursi belakang kosong, tapi tidak direkomendasikan jika di belakang ada penumpang, tapi menurut saya wajarnya batas aman bagi penumpang belakang adalah 1-2 step,saya sendiri merebahkan 1 step untuk posisi duduk yang nyaman.
kereta api surabaya jakarta
selonjoran masih cukup nyaman
Leeg room kaki cukup luas, nggak mentok dalam posisi tegak masih tersisa 10-15 cm dari lutut jarak ke kursi depan, selonjoran ke depan bawah pun lutut nggak mentok, saya suka !.

kereta api surabaya jakarta
tirai sudah model role
Sisi jendela luas dengan penutup tirai model role atas ke bawah bukan lagi model kelambu layaknya kereta ekonomi, dan kacanya bening maklum entah karena baru tapi memang demikian tampaknya, visibilitas luar jendela terbaik kalau menurut saya.

Kurang Pas & Sisi Minus
Tentu ini lah masih kereta Ekonomi, kali ini saya menyoroti beberapa bagian yang kurang pas/optimal , pertama dari di sisi jendela bagian stop kontak atau colokan dan tempat minum kecil di atasnya yang posisinya terlalu mepet ke badan, bagi saya dengan postur 167cm dengan berat badan 85 kg saat duduk lengan sisi jendela hampir mentok, setelah saya amati penumpang lain dengan postur yang lebi kecil sering kali melipat lengan sisi jendela agak ke dalam karena sering mentok dudukan tempat minum.

kereta api surabaya jakarta
terlalu mepet
Sebenarnya ini adalah kompensasi lorong yang luas, karena model kursi yang semi independen ini tidak telalu lebar tapi tinggi seperti eksekutif, untuk yang berpostur besar lebih nyaman di sisi lorong karana tangan bisa bersandar ke arm rest dan tidak kepentok dudukan minum dan stop kontak.

Kemudian ruang toilet terlalu kecil dan sempit, really ini toilet tersempit yang pernah saya temui, bahkan dibandngkan kereta api ekonomi gbms yang paling murah di rute Surabaya-Jakarta toilet gerbong Jayakarta Premium ini paling sempit. Saat masuk langsung ada di atas klosset, keran cuci tangan di sisi pojok, untuk buang air kecil akan sedikit susah dalam posisi berdiri dan relatif mudah untuk jongkok.

kereta api surabaya jakarta
sempit
Lalu berikutnya adalah tv/monitor yang ada di atas lorong, setiap lorong ada 3 tv/ monitor, sepanjang perjalanan 14 jam itu layar sih bekerja dengan baik tampilannya jelas yang di putar video clip lagu + iklan KAI. TAPI sepanjang perjalanan 14 jam playlist videp lagu yang dimainkan sama saja , iya kalau 5 album masih mending ini hanya kurang lebih 10 video lagu yang diputar secara berulang, dan akan diganti jeda iklan KAI di setiap pemberhentian stasiun.

kereta api surabaya jakarta
tv/monitor kurang optimal sebagai sebuah hiburan
Okelah kalau niatnya hiburan, ini bagus tapi gak optimal, lebih baik kalau saya coba diputar film Indonesia, minimal 3-4 film bolehlah, dari pada 10 video music yang terus di putar- berkali-kali.

Apakah Worthed ?
Tiket Jayakarta Premium Surabaya-Jakarta sepemantauan saya di jual mulai 230-300 ribu, saya ambil tertingginya yakni 300 ribu rupiah apakah layak/worthed dengan moda transportasi ini, worthed kok kalau menurut saya, tentu bukan asal njeplak bilang worthed tapi berkaca pada kursi semi indepent dengan busa tebal, mini arm rest, leeg room kaki yang luas, dan paling penting kursi bisa reclining.
Nyatanya selama 14 jam perjalanan saya sukses terlelap kurang lebih 5-6 jam selepas stasiun Yogyakarta sampai Cirebon, dan ini adalah tidur terlama saya di dalam kereta dalam posisi duduk reclining 1 step ke belakang dengan sudut kursi kurang lebih 110-115 derajat apalagi kalau bukan karena rasa “nyaman”.

kereta api surabaya jakarta


Hal lain seperti kebersihan, kereta ini juga bersih pakai banget, petugas kebersihan rutin lewat setiap 3-4 pemberhentian stasiun hanya untuk mengambil dan menyapu bagian dalam gerbong yang kotor. Lalu suhu di dalam gerbong relatif terjaga, dan terasa dingin di malam hari.

Sampai di tujuan pun Jayakarta premium ini sampai tepat waktu, saya turun di stasiun Jatinegara sebelum pukul setengah 6 pagi, artinya margin keterlamabatannya dibawah 15 menit dari jadwal.

Untuk rute jalur selatan dengan jarak tempuh 14 jam Surabaya-Jakarta menurut saya sangat worthed dengan biaya perjalanan yang di keluarkan.

+ Busa kursi tebal dan tinggi
+ Bersih rapi,
+ Mini Arm rest di tengah
+ leeg room kaki lumayan luas
+ Kursi Bisa Reclining
+ Tepat Waktu

- toilet sempit
- monitor/tv kurang maksimal/berguna
- arm rest, dudukan tempat minum sisi jendela terlalu mepet

Tips
  • Jika pilih kursi hadap depan pilihan nomor 1-10 dan 13-22
  • Jika ingin saling berhadapan seperti KA ekonomi biasa pilih 11-12
  • Pakai celana panjang plus jaket suhu malam hari lumayan dingin dalam gerbong
  • Jika postur badan lebar/besar pilih sisi dekat lorong, jangan sisi jendela karena lumayan menyiksa (Kepentok dan sempit), kecuali arm rest tengah dilipat dan kompromi dengan penumpang sebelah.
Semoga Bermanfaat

6 comments:

  1. Kalau mau ke pemalang naik ini bisa ya?
    Kl cari.di traveloka kereta ini tulisannya "jayakarta premium (ekonomi C)" apa "jayakarta (ekonomi C)" aja gt?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jayakarta premium rute selatan mbak,
      kalau pemalang pakai kereta jalur utara,
      mungkin yang mbak maksud tawang jaya premium jurusan Jakarta-Semarang memang ada pemberhentian di pemalang

      Delete
    2. Klo kursinya yang hadep2an itu seat 11-12 disemua gerbong kan ya?

      Delete
  2. Klo kursinya yang hadep2an itu seat 11-12 disemua gerbong kan ya?

    ReplyDelete
  3. Kalo mau ke surabaya, biar tempat duduknya searah jalan nya kereta pilih kursi no berapa?

    ReplyDelete