googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: May 2018

Ganti Aki Honda Verza, Setelah Umur 57 Bulan

aki motor honda

Halo Brosis

Setelah berumur 57 bulan akhirnya aki honda verza yang sehari-hari saya pakai, saya ganti. Hal tersebut karena sudah tidak kuat untuk mengangkat double stater. Gejala ini sebenarnya sudah terasa sejak 2 bulan lalu, double stater sulit bekerja saat kondisi mesin dingin, dan hanya bekerja setelah mesin panas.
Padahal sejak dulu saat pagi hari saya menyalakan verza mamakai kick stater karena memang ingin memperpanjang umur aki, dan its work lumayan awet juga sih sebenarnya. Odometer sudah menginjak 68 ribuan di usia motor 57 bulan dan saya rasa ini lebih dari cukup mengingat rata-rata aki koit di usia 3 tahunan.

Aki verza bertipe GTZ5S/YTZ5S dengan tegangan 12 V dan daya 3,5 ampere sebuah aki yang mungil untuk mensuport motor sport terlebih di jaman sekarang yang sudah AHO tentu kerja aki akan double  (ganda) di saat menyalakan motor. Untung saja verza sudah terbantu dengan sistem kelistrikan full wave DC plus pengapian yang sudah 3 phase.

Membuat Jok Verza Lebih Empuk, Tambah Busa Dan Ganti Kulit Jok


modif jok motor honda

Halo Brosis

Sedari lahir 5 tahun lalu jok honda verza memang terkenal keras disamping suspensinya yang punya karakter keras juga ini tentu menjadi sebuah kelemahan di honda verza. Suspensi belakang sih masih  bisa di stel dengan pilihan 5 step tingkat kekerasan, dan saya rasa step pertama dan kedua adalah yang paling smooth dan manusiawi rebound-nya untuk pengendara, sedangkan step 3 (tengah2) sangat berguna untuk beban berat seperti angkut barang dan boncengan, dan step 4 dan 5 adalah yang paling keras.
Kembali ke jok motor, untuk jok yang membuatnya kurang nyaman adalah kulit jok yang kasar dan busa jok yang tipis. Kulit jok yang kasar amat sangat berguna untuk memberi cengkraman/grip terhadap tubuh pengendara, tapi kompensasinya dalam waktu lama bisa membuat celana sobek di sisi slangkangan, karena gesekan antara kain celana dan kulit jok yang kasar akan membuat celana robek, khususnya celana dari bahan jeans, itulah yang sudah saya rasakan 2 kali celana jeans saya robek.

Ganti Komstir Verza Kali Kedua Di Umur 5 Tahun


komstir verza

Halo Brosis
Jalan berlubang apalagi di musim penghujan bukanlah sesuatu yang langka di Indonesia. Hampir di setiap daerah ada saja jalan yang lubang-lubang sana sini, tentu ini merupakan sebuah ironi mengingat ada jutaan nyawa yang lalu lalang di jalanan, tidak semestinya lubang-lubang menganga di jalan di biarkan.
Bagi sebagian bikers tentu saja buruknya kondisi jalan terkadang menjadi momok, selain berkendara menjadi bahaya, tak jarang pula kendaraan menanggung resiko. Itulah yang saya alami dimana akibat parahnya kondisi jalan, akhirnya si ve menyerah juga.
Yap, komstir si verza oblak, seakan memang tak sanggup lagi menahan gempuran jalan berlubang, memang kalau di hadapin jalan berlubang hanya dua pilihannya “ngeles dengan resiko crash dengan pengendara lain” atau “hajar saja dengan resiko motor menanggung impact-nya”. Kalau saya lebih milih opsi kedua.
Sebenarnya sudah sejak Januari lalu komstir si ve sudah menunjukkan gelagat kurang sehat, memang sejak musim penghujan kondisi jalan sangat parah tak usah memandang kota besar, toh mau itu jalan kota, jalan provinsi, atau jalan perkotaan sekalipun lubang ada di mana-mana. Saat itu saya setel saja komstir, memang agak sedikit kendor yang menyebabkan handling agak ajrut-ajrutan. Lah ternyata minggu lalu akhirnya saya putuskan untuk mengganti saja komstir si verza.

Kereta Api Jayakarta Premium, Ekonomi Rasa Eksekutif


kereta api surabaya jakarta

Halo Brosis

Awal Minggu lalu saya ada keperluan yang sebenarnya cukup mendadak yang memaksa saya melakukan perjalanan ke Jakarta. Yap memang bukan mendadak hanya selang beberapa jam atau beberapa hari, tapi masih berjarak minggu (beberapa pekan), tapi bagi saya tentu bukan style saya, bukan karena mendadaknya, akan tetapi transportasinya.

Surabaya-Jakarta banyak pilihan moda transportasi yang digunakan pesawat, bus/travel, atau kereta api , akan tetapi dasar saya yang nggak mau keluar biaya banyak walhasil kereta api menjadi pilihan saya. Kenapa tidak pesawat, kan cepat ? yap cepat Cuma 1-2 jam tapi bagi saya user experience nya kurang, terlebih keluar dari bandara ke tempat tujuan bagi saya mahal (note bagi saya).
Bus/travel  ? sebenarnya pingin juga sih tapi 18 jam perjalanan di dalam bus bagi saya (masih) terlalu lama, belum lagi style driving sopir bus yang sering kali buat jantung “deg-deg ser”, lihat bus ngeblong saja rasanya gak karuan apalagi ada di dalam bus yang ngeblong, waduh skip dulu dah, terlebih saya butuh sampai tujuan dalam keadaan bugar.