googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Ban Tubeless, Harusnya Jadi Standar Motor Zaman Now

Ban Tubeless, Harusnya Jadi Standar Motor Zaman Now


Halo Brosis

ban irc tubeless

Dahulu ban tubeless merupakan komponen motor yang di nilai mewah dan mahal, hanya segelintir saja motor yang pakai umumnya motor premium yang harganya lumayan mahal. Sedangkan motor –motor yang laris di pasaran masih menggunakan tube type (pakai ban dalam) yang harganya lebih terjangkau.

Sampai beberapa tahun kemudian baru ban tubeless menjadi alternatif saat ganti ban, bukan hanya itu pabrikan ban juga mulai menawarkan ban tubeless dengan harga bervariasi dan type berikut dengan harga yang juga bervariasi, mulai harga terjangkau yang hanya selisih belasan ribu dengan ban tube type sampai yang mahal dengan keunggulan riding experience yang jauh meningkat.
Bikers juga rasanya jengah dengan ban tube type yang terasa ngrepotin saat bocor atau terkena paku, belum lagi saat diwaktu-waktu urgent eh ban kena paku, alhasil pilihannya hanya satu segera tambal !. Sedangkan ban tubeless memberi sedikit kompensasi dimana saat terkena paku ban tidak langsung kempes total dan pengendara seakan dapat “kelonggaran waktu” untuk bisa tetap dikendarai sampai di tukang tambal ban, dimana hal itu tidak bisa di terapkan di ban tube type.


Bukan hanya saat terkena paku, ban tube type juga terkadang juga punya masalah di bagian pentil ban dimana tube type pentil ban masih mengikut ban dalam, sedangkan ban tubeless lebih aman, karena pentil bukan bagian dari ban alias terpisah. Masalah pentil di ban dalam terjadi dimana “sering” ban dalam sobek/bocor di sekitar pentil ban, ditambal sih masih bisa tetapi tentu tidak akan bertahan lama, belum lagi jika akrab dengan hujan tak jarang di sekitar pentil akan berkarat dan ujung-ujungnya bocor.

cast wheel lebih di gemari
Perubahan penggunaan ban tube type menjadi tubeless tidak lepas dari perubahan selera masyarakat, dulu motor amat sangat jarang sekali memakai velg palang (cast wheel/cw), hal itu tentu karena harga motor dengan velg spoke (sw) lebih murah, bahkan sampai 700 ribu - 1 juta selisihnya. Belum lagi velg cw yang lebih berat “katanya” bisa buat motor lebih lambat, apalagi saat hantam lubang velg spoke lebih mudah direparasi di banding velg palang. So alasan tersebut memang bisa dibenarkan dan tidak ada yang salah.

spoke wheel, mulai di tinggalkan

Akan tetapi yang namanya kemudahan tentu akan kalah dengan “kepraktisan, gaya dan user experience”. Itu karena cast wheel membuat tampilan motor lebih menarik, kemudian lebih praktis karena tidak dipusingkan steel ruji, tidak repot saat mencuci karena ruji lebih sukar dibersihkan dibanding palang velg, dan pastinya siap di pasang ban tubeless yang pada ujungnya user experience / keasyikan berkendara meningkat.

Dari kepraktisan, gaya, dan meningkatnya user experience yang di dapat, tentu selisih harga antara spoke wheel dan cast wheel bukan lagi sebuah masalah, untuk masalah velg peyang saat hantam lubang itu urusan “anda, jalan, dan tukang reparasi velg”
baik spoke maupun cast wheel masing-masing mempunyai plus minus, tapi untuk riding experience dan kepraktisan cast wheel menjadi pilihan 

Ban yang makin bervariasi
Jika 10-20 tahun lalu bikers Indonesia masih akrab dengan ban dengan pola garis2 lurus kedepan atau semi tahu belum lagi ukuran yang masih berkutat di angka 225 sampai 300. Tetapi jaman now ukuran ban lebih bervariasi tidak ada lagi berpakem pada inch, tapi numerik dengan rasio lebar dengan tinggi yang lebih bervariasi seperti 80/90 90/80 dan lain sebagainya. Alhasil pilihan lebih banyak mau yang lebar tapi ceper ada mau lebar tapi tetap tinggi ada.
Tidak hanya ukuran pola ban juga lebih bervariasi semi slick ada, zig zag ada, pola campuran ada, semi tahu tetap ada, sampai pada pola batik pun ada !, lagi-lagi bikers/ konsumen yang diuntungkan tinggal piih sesuai kebutuhan, budget, dan selera meski ketiganya kerap kali tidak singkron saat di pikirkan, hehehe.


ukuran ban yang bervariasi juga menyulitkan untuk ban tube type karena ketersediaan ban dalam yang terbatas ukuran, kalau di tanya adakah ban dalam ukuran besar tetap ada kok, tapi ujung-ujungnya kombinasi ban luar tube type lebar +ban dalam ukuran   bisa lebih mahal dari ban tubeless.

IRC NR 25
Standart Zaman Now
Bisa di bilang ban tubeless seharusnya bisa digunakan sebagai standart motor jaman now tidak terkecuali juga pada motor entry level yang sudah pakai cast wheel. Motor-motor seperti beat, vario 110 led, blade, supra x, jupiter z1, shooter, nex yang 95% lebih laku versi velg cw nya harusnya bisa memakai ban tubeless sebagai standart jaman now.

Toh sebenarnya selisih harga ban juga tidak terlalu signifikan sebagai contoh ban  tube type matic honda belakang uk 90/90 ada di harga 160 ribu+ban dalam 30 ribu total 190 ribu. Sedangkan ban belakang vario 150 tubeless dengan ukuran 90/90 ada di harga 210 an ribu (HET AHM) artinya hanya selisih 20 ribuan ribu.

Hanya yamaha mio series yang menawarkan beberapa varian dengan pilihan ban tubeless, dan hanya masalah waktu saja untuk kompetitor memberi sepatu tubeless sebagai symbol motor jaman now.

Tetapi tidak serta merta tube tire harus dilengserkan, karena tetap tube tire masih sangat amat di rekomendasikan di pakai di beberapa tipe motor seperti trail karena memang motor segala medan gak usah nuruti standart zaman now, yang penting fungsional dan kuat serta serasi.

Atau juga pada motor bebek niaga/ operasional perusahaan seperti delivery yang gak perlu sepatu jaman now karena dengan ban tube zaman old pun tetap lebih murah (harga motornya) karena pakai spoke wheel, meski saat muat barang lalu ban bocor juga tetap ribet toh, hehehe.

Semoga Bermanfaat


No comments:

Post a Comment