googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Kereta Api Bisnis Gumarang, Bisnis yang Nyaman (Impresi & Review)

Kereta Api Bisnis Gumarang, Bisnis yang Nyaman (Impresi & Review)

kereta api gumarang

Halo Brosis
Berbeda dengan perjalanan berangkat ke Jakarta  naik KA Ekonomi GBMS (Gaya Baru Malam Selatan), perjalanan pulang saya tidak ingin berlama-lama di perjalanan karena 13-14 jam terlalu lama bagi saya. Maka dari itu saya memilih kereta api jalur utara Jawa. Pilihannya tentu saja lebih banyak di banding jalur selatan jawa, tetapi ya lebih mahal pasti tapi lebih cepat beberapa jam.

Setelah mencari kereta api di situs online, akhirnya saya putuskan untuk naik kereta api Gumarang rute Pasar Senen- Pasar Turi Surabaya dengan jadwal keberangkatan  pukul 15.45 .Setelah saya cek kereta api Gumarang menawarkan beberapa opsi kelas yaitu Ekonomi-Bisnis- dan Eksekutif dalam satu keberangkatan kereta bisa di bilang ini kereta campuran mulai dari kelas yang paling murah (ekonomi) sampai paling mahal (eksekutif), tapi saya memilih kelas tengah (bisnis) yang hampir punah.

Mengapa saya bilang hampir punah ?, karena memang kelas bisnis rute Surabaya-Jakarta atau sebaliknya hanya Gumarang satu-satunya yang masih eksis sampai saat ini, jadi jika mencari kereta bisnis Surabaya-Jakarta tidak ada pilihan lain only in Gumarang.


Mengapa cuma Gumarang ?, sudah pasti karena kereta api kelas ekonomi saat ini sudah sangat bagus dibanding dahulu. Belum lagi perbedaan di harga pun juga terkesan jauh atau tanggung dengan apa yang di dapat, kebanyakan penikmat kereta api bisnis dahulu lebih memilih kelas eksekutif dengan segala fasilitasnya atau memilih ekonomi yang lebih murah tapi fasilitas beda tipis dengan bisnis.

kereta api bisnis
250 ribu, cashback 35 ribu ke saldo tokocash
Saya beli tiket kelas bisnis Gumarang seharga 250 ribu rupiah dengan subclass O, ada yang termahal subclass B, K,N (paling mahal 340 ribu), tapi untuk subclass bisa di kesampingkan alias sama saja. 250 ribu di potong diskon 35 ribu dari tokopedia, jadi tiket hanya seharga 215 ribu rupiah plus sudah gratis biaya admin 7500, kurang murah apalagi cobak, hehehe.

Sekilas Kereta Api Gumarang
Kereta api Gumarang di operasikan oleh PT Kereta Api Indonesia di Jawa dengan jurusan/rute Jakarta stasiun Pasar Senen – Surabaya stasiun Pasar Turi. Kereta Api Gumarang melewati jalur kereta utara pulau Jawa. Kereta api yang mulai beroperasi sejak 2001 ini menempuh jarak tempuh 725 km yang di tempuh kurang lebih 11 jam perjalanan.

Nama “Gumarang”  berasal dari nama banteng yang di gambarkan sebagai satwa yang gagah berani, selain itu Gumarang juga digambarkan sebagai seekor kuda dalam cerita legenda dari tanah Minangkabau.

Rangkaian kereta api gumarang melewati 11 stasiun kereta dengan rangkaian kereta 2 kereta ekonomi AC, 3 gerbong Bisnis AC, 1 Kereta Makan/restorasi, dan 3 Kereta Eksekutif yang menjadikannya sebagai satu-satunya kereta yang terdiri dari 3 kelas (ekonomi-bisnis-eksekutif) dalam satu rangkaian perjalanan (rute pasar senen-pasar turi).

Impresi & Review
Saya tiba di stasiun senen sekitar pukul 3 sore, 45 menit lebih cepat dari waktu keberangkatan kereta. Sempat was-was karena saya sedikit kikuk dengan kondisi stasiun pasar senen yang supeeer ramai meski di hari senin sekalipun. Setelah mencetak tiket di mesin CTM langsung saya masuk ke dalam stasiun dan kebetulan kereta api Gumarang sudah standby menunggu penumpang, good job kesan pertama ini kereta sudah siap siaga meski waktu berangkat masih 45 menit lagi.

kereta api stasiun pasar senen
pukul 3 sore, kereta sudah standby, in time bangeeet

Setelah itu mau naik, eiits ini gerbong 1 bisnis yang mana ya, tanya awak kabin mbak2 yang cantik eh juga bingung juga, hehehe lalu menunjuk “ oh yang itu mas” sambil menunjuk gerbong bertuliskan bisnis 1 .

Setelah naik, taraaa ramai bener dah, semua penumpang sudah duduk anteng  first impression kesan yang saya lihat dan rasakan “lebih lebar/lapang” kabin dalamnya. Langsung mencari kursi 10 d tempat saya duduk, dan setelah duduk saya bersyukur karena tidak memilih kursi nomor 9 yang beberapa kali di perjalanan terkena air ac saat melewati jalur kereta yang miring ke kiri maupun ke kanan.

Perbedaan dengan ekonomi tipis tapi tetap ajib
Selain kabin yang luas, perbedaan dengan ekonomi ternyata memang tidak signifikan secara kasat mata.

Kursi seat menghadap ke depan semua dengan jumlah 2 penumpang per kursi, tetapi seat tempat duduk bisa di rubah saling berhadapan (ada beberapa rombongan yang kursinya di rubah berhadapan).
kursi kereta api bisnis
bisa distel saling berhadapan
Ketebalan kursi beda tipis tidak signifikan dengan ekonomi (gaya baru malam) dengan ekonomi Gumarang saya kurang tahu. Yang paling terasa adalah adanya arm rest di tempat duduk sisi lorong, tetapi sisi jendela kurang terasa berguna karena mepet jendela. Sandaran kursi sedikit lebih landai dari pada gaya baru malam (sekitar 95-100 derajat).

Kemudian leegroom kaki tergolong luas saya dengan leluasa meluruskan kaki sampai di bawah kursi penumpang depan, paha pun tersandar hampir 80 persen yang secara otomatis membuat saya duduk nyaman tanpa gerah paha tidak tersandar sempurna.
interior kereta api bisnis gumarang
ruang kaki luas, paha tersandar dengan baik
Satu hal yang mengganjal adalah penempatan stop kontak dan meja mini yang terlihat terlalu mepet kursi depan, hal ini sudah pasti karena seat tempat duduk sebenarnya bisnis gumarang adalah seat 4 penumpang berhadapan tetapi di buat menghadap ke depan semua. Ini sebenarnya nggak masalah tapi untuk meja kecil penggunaanya terbatas, karena sisi depan terlalu dekat penumpang jadi menaruh 2 botol air minum ukuran sedang tidak bisa, baru 1 botol,1 kotak makan yang tak terlalu tinggi bisa.

Kabin/Gerbong Bersih
Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, di kereta Gumarang saya sempat jalan sampai ke gerbong reservasi, yang otomatis membuat saya menyusuri 2 gerbong bisnis di belakang. Ternyata kebersihan kabinnya terjaga apalagi lorong kabin tampak luas yang membuat kesannya terasa lega.

tempat duduk kereta api bisnis
lega dan bersih
Toilet pun saat coba saya gunakan buang air sama seperti kelas ekonomi GBMS tidak ada perbedaan tetap bersih, untuk urusan kelengkapan dalam toilet tidak ada yang berbeda, jadi niat foto saya urungkan karena memang tidak ada perbedaan sama sekali.

Pun demikian dengan ketersediaan makanan, petugas awak kereta juga intens mondar-mandir menawarkan makanan maupun minuman, satu hal yang membedakan dengan KA GBMS adalah penggunaan troli tempat makanan dan minuman, mungkin keluasan lorong kabin penyebabnya, tapi secara fungsi gak masalah penumpang yang membeli pun tetap terlayani dengan baik saat membeli.
Privasi bisa jadi opsi, perjalanan nyaman
Fasilitas kereta api bisnis
meja kecil dan stop kontak terlalu mepet ke kursi depan
Berbeda tempat duduk dari ekonomi 4 seat 2-2 berhadapan, kereta Bisnis Gumarang sedikit menawarkan privasi bagi penumpangnya dengan menghadap ke depan semua, tapi dengan seat tempat duduk gandeng, menyambung dengan penumpang sebelah. Tetapi privasi menghadap depan sebenarnya adalah (opsi) karena nyatanya bangku bisa di putar dan di setel saling berhadapan.

Bahkan dalam gerbong 1 yang saya tumpangi ada setidaknya 2 seat kursi yang di ubah oleh penumpang saling berhadapan. 1 adalah rombongan keluarga, bahkan 1 lagi tidak saling kenal tapi memilih memindah seat kursi hanya untuk mengobrol yang lebih intens. Saya sendiri lebih memilih bercakap dengan bapak2 di sebelah saya yang ternyata tujuannya sama ke kota saya yaitu Sidoarjo karena menjenguk kakaknya yang sakit. Masih saya ingat hampir separuh perjalanan kami mengobrol berbagai hal mulai dari makanan, penyakit, kerjaan, perjalanan kehidupan dan lainnya, namanya pun masih saya ingat yaitu Pak Kusuma, bahkan beliau tak sungkan berselfie ria dengan saya (pakai hp nya beliau), sayang saat turun di pasar turi kami tak sempat bertukar nomor handphone, tapi sepatah kata perpisahan dari beliau masih saya ingat “terima kasih mas hendra sudah nemani ngobrol, jika ada kesempatan mungkin kita jumpa lagi”

“Perjalanan terkadang juga membutuhkan kenyamanan dan privasi, tapi privasi bukan penghalang kita berkomunikasi dengan orang lain di sekitar kita, karena perjalanan meski pendek sekalipun akan sangat berarti jika kita mengenal hal2 dan cerita baru, berbagi dengan orang yang baru kita temui”
kursi kereta bisnis
arm rest sisi cendela kurang berfungsi maksimal
Sampai tiba di stasiun Pasar Turi sekitar pukul 3 pagi hari pun nyatanya saya tetap nyaman naik kereta ini. Gumarang kelas bisnis yang katanya mati suri karena jepitan kelas eksekutif dan ekonomi nyatanya masih sangat layak untuk di naiki. Opsi kelas Bisnis memang sangat tipis perbedaannya dengan ekonomi, masih perlu atau tidak biar pasar yang menilai, nyatanya dari 3 gerbong kelas bisnis saat saya lihat kurang lebih 75%-80% tempat duduk penuh padahal hari itu hari Senin yang notabene bukan waktu yang ramai untuk bepergian.

Overall saya puas dengan kereta api kelas bisnis Gumarang, gerbong bersih, cukup luas, kursi lumayan empuk (menurut saya loh), ac apalagi berrrrr dingin, kereta api gumarang juoos gandoss.
Berikut tips di kereta api gumarang

  • Suhu gerbong dingin, apalagi saat malam hari, sebaiknya sedia jaket dan hindari memakai celana pendek.
  • Hindari pilihan bangku 9, karena tidak jarang air ac menetes saat kereta melintasi rel yang agak miring.
  • Datang tepat waktu, kereta sudah standby 45 menit sebelum keberangkatan.
  • Subclass BKNO sama saja, baiknya beli yang paling murah, hehehe


8 comments:

  1. Mantab Bro bermanfaat..terima kasih

    ReplyDelete
  2. Detail dan suka karena ada saranya.. Mantab

    ReplyDelete
  3. Keren.... terimakasih referensinya...mantap

    ReplyDelete
  4. Berarti gumarang bisnis sama eksekutif sama aja ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda seat kursinya+dapet selimut , selebihnya sama

      Delete
  5. Thankssss masss .. sangat bermanfaat. Saya dapet bisnis dari ngrombo grobogan ke senen ccuma 100ribu. Dapet diacount dari KAI hehe

    ReplyDelete