googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Honda Revo, Bebek Entry Level Yang Masih Eksis

Honda Revo, Bebek Entry Level Yang Masih Eksis

salah satu motor bebek terganteng 
Halo Brosis
Sejak di luncurkan 2007 silam, honda “revo” sedikit banyak menanggung beban harapan sebagai penerus/ suksesor generasi motor bebek entry level honda. Lebih tepatnya revo saat itu memegang tongkat estafet dari supra fit/fitx yang secara resmi pensiunkan.
Memang nama “revo” terbilang baru, bahkan ada sedikit rasa pesimis saat itu bisa meneruskan kesuksesan supra fit/fit x. Prediksinya saat itu hanya ada 2 sukses seperti generasi fit atau tenggelam seperti “karisma dan kirana”. Akan tetapi terbukti revo ternyata “sukses”. Bjr masih ingat saat itu pernah punya revo gen 1 pertama warna biru velg cw yang pola palangnya “aduhai”.

Honda revo gen 1, memang masih dipercaya sebagai selah satu bebek tulen “terganteng” yang pernah dibuat honda, meski mesin masih sama seperti fit x yaitu c100 (98cc), tapi terbukti desain bodynya yang serba lancip sangat “mempesona” (lebay dikit).
Rival Berat
Saat pertengahan tahun 2000 kelas bebek terbilang masih sangat “rich” atau kaya pemainnya, tak heran revo mendapat perlawanan keras dari yamaha dengan new vega r, suzuki dengan smashnya. Bjr belum dapat angka pasti tapi secara kasat mata saja revo dengan new vega r bersaing di sektor penjualan.
Ya saat itu juga setelah menjual revo setahun berikutnya bjr dibelikan new vega r, jadi bayang-bayang keduanya setidaknya masih bisa bjr rasakan. Kalau mau sederhananya kalau tampang revo lebih ganteng saat itu, tapi soal peforma dan konsumsi bahan bakar new vega r bjr akui sebagai gen vega paling “ENAK”.
Bjr rasa revo 100 saat itu tidak irit2 amat, entah kenapa padahal gen supra fit / fit x sebelumnya konsumsi bbmnya terbilang irit. Ada yang bilang efek settingan dan knalpot bersuara merdunya yang menjadikan revo sedikit lebih boros.

tampang kalem, peforma kejem
Tampang Agresif Menjadi Klemis, peforma malah bengis
Tidak sampai 5 tahun, di tahun 2009, akhirnya generasi revo terbaru muncul, diberi nama absolute revo, semua baru, mulai mesin yang naik 110 cc dan sudah pasti bukan mesin c100 yang di bore up, tapi mesin yang benar-benar baru yang diklaim lebih bertenaga tapi lebih “irit”.
Akan tetapi yang patut di soroti adalah desainnya yang berubah drastis, dari revo yang agresif serba lancip menjadi motor yang bertampang “kalem”, malah beberapa ada yang menyebutnya “hampir” mirip motor tvs neo.
“desain honda revo gen 1 seperti abg metal dengan lekukan dan garis tajam/runcing, sedangkan absolute revo lebih seperti abg kutu buku, kalem, rapi, apa adanya”
Berkebalikan dengan vega zr yang rasanya malah downgrade, kubikasi boleh lebih besar dibanding new vega r tapi peforma mesin masih lebih baik new vega r, belum lagi isu vampir oli, dan durability yang menurun drastis..

sejarahnya motor "minim masalah"
Tetap Eksis, Minim Masalah
Sampai di era motor matic, ternyata revo tetap saja diminati, bahkan menjadi satu-satunya bebek “tulen” yang rutin masuk jajaran 10 motor terlaris. Bahkan dengan sang legenda yaitu supra x 125 si revo terbukti masih diminati konsumen roda dua tanah air.
Angkanya pun konstan ada di angka 8 ribu – belasan ribu per bulannya. Tentu saja bukan tanpa sebab, karena meski motor bebek sudah “jarang” diminati revo tetap update untuk urusan teknologi, terbukti 2014 lalu honda membekali dengan sistem injeksi, kemudian desain yang berubah “sedikit” lebih sporty menjadikannya selangkah lebih maju di kelasnya.
Di samping itu sejak lahir mulai sekarang revo terkenal “minim” masalah, tidak ada isu atau “fakta” durability yang jelek, vampir oli, akselerasi loyo dan lain sebagainya seperti pada kompetitornya, yang pasti konsumen bebek entry level butuh motor yang tangguh, minim perawatan dan gak gampang rewel dan itu semua ada pada revo.

“pernah bjr tanya ke teman penunggang revo injeksi mengenai kelemahan revo, dan ia jawab suspensi belakangnya terlalu soft”

Dan saat bjr coba, yup memang bener terlalu soft, hampir berbeda 180 derajat dibanding absolute revo yang terkenal suspensi belakangnya yang keras. Untuk urusan mesin baik itu akselerasi tidak ada masalah, top speed ? hora penting sebenarnya tapi 90-100 km/ jam sepertinya bisa.
So, di tengah eksistensi motor matic, ternyata revo sebagai bebek entry level “tulen” masih banyak di minati, memang angka penjualannya tak sebesar motor matic, tapi cukup menempatkannya secara konsisten masuk ke 10 besar motor terlaris tahun lalu.
Memang konsumen motor bebek saat ini kecil tapi buat yang kaki kirinya masih demen injak persneleng, dan gak mau repot nyervis cvt tiap bulannya, plus kuat buat kerja keras, bebek entry level masih jadi pilihan yang tepat, dan honda revo seakan menjadipilihan yang tepat, tentu saja karena yamaha yang sudah ogah2 an jualan vega/force atau suzuki yang sudah “memulai kembali” dengan smash-nya.
Semoga bermanfaat





No comments:

Post a Comment