googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Ban Depan Corsa S123 Di Honda Verza, Murah Peforma Cukupan

Ban Depan Corsa S123 Di Honda Verza, Murah Peforma Cukupan

setalah 24 ribu km, 
Halo Masbro
Menginjak kilometer 41 ribu lebih dengan umur hampir 3 tahun bukanlah sesuatu yang waw, masih taraf normal sih untuk ukuran sepeda motor dengan pemakaian harian. Dan sebelum 3 tahun tepat Agustus besok, ternyata ban depan sudah minta jajan lagi.

Menapak tilas ban depan verza di kilometer sudah ganti, saat itu bjr ganti pakai fdr tipe genzi dengan ukuran 90/80 lebih lebar tapi lebih pendek dari standartnya 80/100 artikelnya bisa dicek dimari.

41 ribu dikurangi 14 ribu = total 27 ribu lebih bjr telah pakai fdr genzi, atau satu setengah tahun lebih pemakaian. Sebuah angka yang standart sebetulnya, tapi berhubung dari berbagai review memang fdr genzi ini lebih cepat botak bagian tengahnya, entah memang tipenya soft compound atau hard yang pasti yang bjr lihat memang bagian tengah cepet sekali botak, tapi bagian ssampingnya masih terbilang tebal.

Lah itu masalahnya sebenarnya sebelum ke lombok bulan lalu bjr sudah mewarning ban depan untuk segera diganti, lah ternyata aman2 saja waktu digeber sampai lombok, dan ajaibnya selama pemakaian alhamdulillah ban depan ini sama sekali nggak pernah bocor. Kesimpulannya jempolan lah durabilitynya.

Tapi berhubung akhir2 ini bjr lebih sering dalam kota saja, handling ban depan sudah nggak bisa dikompromi lagi ini, dan diputuskan harus ganti.


Di pasaran terdapat berbagai macam merk ban dengan berbagai compound dan ukuran serta berbagai macam harga. Lah sebenarnya nggak sengaja saat beli oli dibengkel, eh ada ban corsa tipe s123 dengan ukuran 80/90 yang dipajang di depan, entah nggak laku atau gimana, setelah tanya harga, eh ternyata murah 145 ribu euuy, langsung dah bungkus, sebenarnya mau yang 90/90, tapi lihat bungkusnya gueeedee harganya selisih 30 ribu.

Lalu pasang di tambal ban langganan, nggak pakai mesin2nan untuk melepas, cukup dicukil tapi dengan lembut alhasil velg bebas cuil, ongkos 10 ribu saja.

mirip batlax 
Peforma cukupan
Sebenarnya bjr sempat baca2 di gugle bahwa peforma ban ini nggak istimewa, belum lagi banyak masalah seperti yang nggak bisa ditambal (katanya), sampai ada yang hamil, sampai licin. Tapi alasan kuat bjr minang ban ini ya Cuma 1 murah !, wes ora usah protes, hahahaha

Impresi pertama, wah tampaknya benar mirip batlax alur bannya, dengan garis di tengah, belum lagi alur di sampingnya, wah ini sih batlax kw 2 made in Indonesia, hehehe
Setelah hampir seribu km pemakaian, maka berikut yang bjr rasakan.

  1. Ban tampak besar, padahal ukuran lebar turun dari 90 ke 80, tapi tingginya nambah dari 80 ke 90, benar kata orang ban corsa memang satu strip lebih besar dari ukurannya.
  2. Awal pemakaian agak licin, mungkin hanya saat awal pemakaian saja sampai garis warna ban baru hilang, setelah itu normal.
  3. Nikung masih dibawah fdr, memang harga nggak pernah bohong sih
  4. Lebih nyaman saat hajar lubang, secara memang ban lebih tinggi satu strip
  5. Saat hujan peforma, nggak istimewa amat, licin sih nggak, hanya nggak seistimewa fdr, ya mirip2 lah dengan ban bawaan IRC NR 25.
Bila disimpulkan, memang corsa s123 nggak istimewa amat peformanya, tapi secara tampilan ban ini juara dengan kaya patern. Belum lagi harganya terbilang murah, lah 145 ribu sudah dapat ban tubless jeeh !.

Tapi harga memang nggak pernah bohong, grip terbilang nggak istimewa bahkan dengan fdr bjr sudah mantap menempatkan corsa dibawahnya, tapi dengan ban bawaan ya mirip2 lah, saat hujan pun gejala selip ada sedikiiit, tapi selama berkendara dalam batas wajar sih bjr bilang aman2 saja.

proporsional

Ya semoga nggak ada masalah untuk pemakaian ke depannya lebih jauh lagi, ya minimal sampai jarak tempuh sama dengan si fdr genzi sih bjr kasih aplause, tapi yang perlu digarisbawahi impresi/review ini hanya seibu km pemakaian loh ya, setelahnya mungkin bisa saja berbeda.

Hanya satu yang kurang, test turing nih, ngomong touring, rest dulu lah, hehehe


Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a comment