googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Touring Ke Lombok, Part 2 Sunrise Gili Trawangan + View Rinjani, Surga !

Touring Ke Lombok, Part 2 Sunrise Gili Trawangan + View Rinjani, Surga !


Lanjutan dari -> Touring Ke Lombok Part 1

Hari kedua, jumat 3 juni 2016, exploree lombok.
ini bukan malam, tapi pagi buta !, wkwkwk
Bjr terbangun oleh suara bell kapal yang cukup nyaring, ternyata beberapa saat lagi sampai di pelabuhan lembar NTB, tengok jam sudah jam 2 pagi. Setelah tidur yang nggak nyenyak (gara2 jebakan kasur betmen), dan kapal bersandar langsung dah siap2 riding , tujuan ? langsung kota mataram, (hati senangnya bukan main J J ).

Selang beberapa kilo, loh loh loh, jalanannya sepi brosis hampir nggak ada satu pun kendaraan bermotor, maklum masih jam 3 pagi. Dengan mata yang masih setengah nggantuk bjr riding saja ke arah Senggigi, kecepatan konstan 50-60 km/ jam, santailah, disamping tidak tahu jalan, cuaca pagi memang duingin beud.

Selang sejam lebih riding santai, sampai dah di pantai Senggigi !, dan ternyata SALAH, ini pantai Ampenan !, wkwkwkwk. Maklum dah mash nggantuk.


di depan kota tua ampenan
Sadar salah tujuan, dah duduk2 saja di pantai Ampenan, dengan suara ombak yang menggelegar “dummm!”, setalah itu foto2 di tulisan pantai Ampenan, dan di sekitaran kota tua Ampenan, nggak banyak sih foto2 karena waktu masih pagi gelap, alhasil foto yang dekat2 cahaya saja, minimal sebagai pertanda bahwa pernah ke sana.

Setelah itu tanya2 arah ke Senggigi, ternyata kurang ke barat toh, perjalanan bjr lanjutkan ke arah barat , jalanan terasa mulusss !, aspalnya, naik, turun, naik turun belok kiri kanan kiri kanan, samar2 dari atas tampak pantai senggigi yang masih terbalut gelapnya pagi. Sebelum ke senggigi di putuskan untuk shalat subuh dahulu, kemudian mandi di masjid sebelah balai desa Senggigi.

Lepas shalat, eh perut mulai berontak minta diisi, alhasil kami berdua pun makan nasi bungkus seharga 5 ribuan di depan hotel sheraton senggigi, setelah itu baru ke pantai senggigi.

Senggigi pagi hari
Pantai dekat jalan yang ramai, tapi tetap mempesona
Bicara senggigi tentu satu kata yang terucap, “cantik” hamparan pasir putih yang halus, belum lagi view nya yang menakjubkan, terlebih saat itu matahari pagi sedang cantik2nya, pas dah.

yuhuuuuu

Asyik foto2 eh ditegur satpam, “mas jangan foto2 disini ya, tapi disitu nggak papa”, dan bjr baru sadar ini termasuk privat beach yang termasuk dalam wilayah hotel di sepanjang senggigi, alias kami keliru karena senggigi yang untuk umum adalah sebelah timur !, hehehe

aseeek, (mereem , wkwkwk)
Tapi nggak papalah sudah terlanjur, toh kami foto2 nggak bobok2 an di kursi selonjoran punya hotel,hehehe.

Puas menikmati senggigi dan berfoto di sana, kami melanjutkan ke kota Mataram, sebenarnya niatnya untuk cari tempat ngecas, alhasil dapat tempat di telkom wifi id mataram kota, lumayan sambil istirahat, teman bjr si wakiding bobok pules, sedangkan bjr njaga barang, dan tidur tak nyenyak Cuma 15 menitan.

Setelah rest di telkom wifi id, kemudian kami berdua lanjut shalat jumat di masjid kota mataram, itu tuh dekatnya islamic center yang belum jadi, asli di mataram brosis nggak akan kesulitan mencari masjid, karena masjid di sini guede2 jamaahnya yang dikit (miris sih).

giliiii, ahihihihihi

Gili Trawangan, Amazing !
Kelar shalat jumat, kami berdua langsung cus ke gili trawangan, arahnya melewati Senggigi, ke arah barat menuju ke pelabuhan Bangsal, perjalanan dari mataram kota kurang lebih 45 menitan naik motor loh.

sepanjang jalan, jaminan nggak bakal boseen

Lama ?, nggak terasa brosis sepanjang perjalanan bjr dimanjakan dengan lanskap pemandangan pantai yang ciamik puol, sepanjang senggigi ke barat brosis akan menemui berbagai macam pantai dengan nama yang berbeda-beda pula.

Sampai di Bangsal pukul 15.30 WITA, langsung dah parkir motor. Terus menuju ke loket tiket, harga tiket untuk 2 orang sekaligus tiket masuk ke gili Trawangan 39 ribu, itu tarif untuk slow boat dengan 42 orang bisa langsung berangkat, mau yang lebih cepat ? bisa naik speedboad dengan tarif 85 ribu 1 orang, selisihnya jauh kan !.

akhirnya,,,,,
Perjalanan ke gili trawangan kurang lebih 45 menit dengan slow boat, tampak dari lubuk mata pulau gili trawangan, setelah sampai, alamak , indah banget !, pasirnya masih putih, airnya jernih, dari atas kapal tampak masih hijau bening, buseeet dah, bjr takjub bener dah.
Setelah sampai, bjr dan teman langsung menuju ke masjid untuk shalat ashar, setelah itu bjr cari tampat ngecamp, biasanya sih menurut info gardu pln di trawangan sering digunakan sebagai tempat ngecamp.

Akan tetapi rejeki nggak kemana, saat bjr tanya arah ke gardu pln, eh di tawari ndirikan tenda di tepi pantai, aseeek.

Namanya mas Bagil, asli Lumajang jawa timur, dia di gili trawangan kerja sebagai pelayan kafe, akan tetapi kafenya sudah tutup beberapa bulan, dan bos nya lagi nyari investor buat buka kafe. Kami pun di persilahkan ndirikan tenda di sisi timur kafenya, alias tepi pantai , langsung menghadap timur, asssik dah.

Sambil menikmati sunset, bjr dengan teman susah payah ndirikan tenda, tapi , cekleeek !, alamak satu frame tenda patah, bencana ini, tapi tenang bisa di akali kok, cari tali, dan balok kayu, sukses tenda berdiri, meski agak penceng, hehehe.

no api unggun, korek pun jadi, wkwkwkw

Malam menjelang, gili trawangan semakin hidup dengan gemerlapnya

Setelah tenda berdiri, hal pertama yang bjr lakukan adalah tidur mengkurep, yap karena ganasnya jok verza yang luar biadap punggung dan pantat bjr jadi sakit semua, alhasil bjr pun bobok ganteng sampai pukul 9 malam WITA.

Bjr terbangun oleh suara bule didepan tenda di bibir pantai cekikikan, sambil memegang sebotol b*r. Asem dah, tambah malam ternyata gili trawangan tambah rame, di sisi selatan terdengar musik terdengar, lumayan kenceng, ah mungkin party tuh, sejam kemudian teman bjr datang, eh ternyata di habis jalan2, “di sana rame ada party, sisi sana (utara), agak sepi” ujarnya.

Ah, sebenarnya pingin sih lihat jalan2, tetapi sumpah bjr capeknya nggak ketulungan, alhasil bjr keluar tenda gelar matras, ambil cemilan dan botol minum, daan, bjr selonjoran , assyikk euuy, belum lagi deburan ombak, dan beratapkan langit hitam dengan bintang2 yang berkilauan, sumpah nggak nyesel bjr kesini (meski badan capek), hehehe.

Dan hari kedua pun bjr terlelap tepat pukul 12 malam,

Hari Ketiga, Sabtu, 4 Juni 2016.
Hari ketiga, bjr terbangun pukul 03.30 WITA, masih gelap belum subuh juga sih, alhasil mata masih kriyep-kriyep, teman bjr masih belum bangun, bjr pun keluar tenda, dan brrrr, dingin euy. Celingak-celinguk wah sepi ternyata, pagi buta bjr hanya tiduran di atas pasir depan tenda sampai adzan subuh menjadi pertanda untuk umatnya menghadap sang pencipta untuk beribadah.

sunrise !,,,,
Pukul 05.00 WITA bjr sudah stay di depan tenda, yap nunggu sunrise muncul. Samar-samar cahaya kuning menampakkan dirinya, dan rinjani masih berdiri kokoh di sebelahnya.

aaaah, bjr sukaa poto ini
Dan momen yang ditunggu-tunggu pun tiba sunrise, eh bukan-bukan, golden sunrise !, bayangkan saja di pantai pulau gili trawangan lihat sunrise sisi timur dan view gunung rinjani, si sisi selatannya !, SURGA !.
sunrise gili trawangan plus rinjani sisi selatannya, 
Bjr pun hanya berdecak kagum, yap memang indahnya sudah keterlaluan, sampai-sampai camera tak henti-hentinya menggambil gambar. Ada satu momen saat bjr jepret2 gambar, eh disamperin bule yang minta untuk di foto, dan cekrek, sip ganteng dah (fotonya, hehehe), lalu kembali bule tersebut tak henti2 nya menekan shutter kamera dslr pentaxnya, sesekali bergumam Amazing !.

si bule asyik dengan pentaxnya, 
Dan momen sunrise ini hanya bjr abadikan dengan kamera seadanya, ya namanya mahasiswa lulus belum mapan, ya Cuma punya camdig jadul tablet jadul juga, serta xiaomi yi pinjeman yang agak kurang sip saat motret sunrise. Tapi yang penting dapat lah gambar sunrisenya, hehehe.

Puas nikmati sunrise sampai tak terasa matahari sudah menggelora di atas, alhasil inilah pertanda untuk mengulung kembali tenda, bersih-bersih dan cus ke masjid, rest sambil mandi. Tidak lupa bjr dan teman ucapkan pada mas bagil yang sudi untuk memperbolehkan kami menggelar tenda di belakang kafenya, thank mas bagil (lupa gak sempat foto sama orangnya, hehehe).

tenda terpapar matahri, saatnya berkemas,
Setelah badan segar sehabis mandi, bjr dan teman pun hunting makan, dan untungnya ada yang jual nasi bungkus murah , 10 ribu sebungkus, kalo di kota mah separuhnya, tapi ya maklum lah buat nyebrang ke sini juga perlu biaya toh.

Selama di gili trawangan tercatat kami berdua hanya habis 36 ribu, dimana 16 ribu buat beli air putih mineral, dan sisanya buat makan nasi 2 bungkus, ya maklumlah disini pada mahal-mahal, ricebox ayam yang biasanya 20, disini 40 ribuan lebih, initnya buat kalo yang pingin ngirit, ya bawa cemilan sebelum ke gili trawangan.

Setelah makan, kami berdua santai sejenak di pantai yang masuk public area, melihat bule2 berbikini yang asyik berenang di tepi pantai, ada juga yang siap2 mau snorkeling, pun ada juga yang joging di tepi pantai. Lalu kami berdua langsung beli tiket penyebrangan, dan ternyata sudah ramai pada ingin nyebrang kembali ke bangsal, harga tiket kembali 30 ribu untuk 2 orang, lebih murah karena tidak perlu beli tiket masuk pulau gili trawangan.

sok, cool padahal punggung udah reot rasanya, wkwkwk

pulang, duduk depan 
Tak beberapa lama, perahu slow boat datang, kami pun naik, saat perahu mulai berangkat, tampak trawangan masih saja mempesona, ah setidaknya bjr sudah menginjakkan kaki disana, menikmati sunrise dan pantainya, dan orang2nya yang ramah2, gak ke gili meno & gili air ? pingin sih, tapi berhubung sudah siang jadi diputuskan untuk kembali saja ke bangsal. Dan benar saja sampai di bangsal sudah pukul 11.00 WITA dan jelas cuaca sudah panas2nya.

jangan nanya hantunya mana !?
Ambil motor, bayar parkir 10 ribu (nginep semalem), nyalakan motor, dan cus gas ke arah kota lagi. Saat perjalanan pulang, eh ada view menarik sepertinya, benar saja mampir dulu euy, namanya villa hantu, tempat dimana dapat menikmati pantai dari atas bangunan villa yang terbengkalai (makanya dinamakan villa hantu). Cukup bayar biaya parkir 2 ribu, brosis bisa nikamti view indah pantai2 yang membentang dari atas, belum lagi pemandangan laut lepas, mantaap dah !.

dari atas villa hantu, ahihihih
Sisa hari ketiga ini, dihabiskan hanya untuk jalan-jalan di kota mataram, mengitari sudut-sudut kota, istilahnya pingin namatin ibukota ntb lah, hehehe. Dan puncaknya sukses tanpa sadar sampai bandar udara yang ada di lombok timur, eh nyalh temen bjr foto2 dengan background pintu masuk bandara, dalam hati bjr bergumam , NGAPAIN !, hehehe.

ngapain !?
Sampai menjelang senja bjr memutuskan untuk kembali saja ke lembar, shalat maghrib dan isya di masjid sekitar sana, lalu istirahat  sampai pada akhirnya naik kapal untuk nyebrang ke padang bai pada pukul 11 malam WITA.

Asli dah badan sudah capek semua, untungnya kami dapat kapal ferry yang bagus, tempat duduk nyaman bisa buat tidur, sempat lirik kasur tipis, dan bjr sadar “ogah ah kena jebakan kasur betmen lagi,” hehehe.

Sampai mata bjr sukse terpejam, sukses tertidur tepat pukul 23.30 WITA, bersamaan dengan kapal yang bergerak meninggalkan pelabuhan lembar NTB, Good Bye Lombok !.


“Dan Jika itu Surga, Aku Akan Merindukannnya”



No comments:

Post a Comment