googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Perilaku Bikers Yang Menyebalkan

Perilaku Bikers Yang Menyebalkan

Halo brosis
pict by republika

Sebagai pengguna setia sepeda motor banyak perilaku di jalan yang bjr amati dan tangkap. Mulai dari perilaku yang menyebalkan baik itu berkaitan dengan hal teknis mengenai motornya maupun perilaku pengendara motor itu sendiri.

Kata Atittude merupakan perilaku jika dikalkulasikan sesuai nomor urud abjad maka akan ketemu jumlah 100. Tentu saja atittude setiap orang berbeda-beda, sederhananya baik menurut saya belum tentu sama menurut orang lain.

Akan tetapi sebagai bikers/ pengguna motor sudah sepatutnya atittude dalam berkendara itu dijaga, bjr sejak awal sampai saat ini sudah merasakan berbagai tingkah menyebalkan bikers, berikut listnya, tapi sebentar dulu ini sifatnya subjektif berdasarkan pengalaman yang bjr rasakan.





Belok tanpa sein.

Bayangkan jika pengendara motor di depan anda akan belok dengan tiba-tiba/ tanpa riting atau sein terlebih dahulu, dijamin dah gubrak. Tinggal pilih saja tabrak itu pengendara yang berbelok tiba2 atau mengorbankan diri banting stir. Dahulu saat smp bjr pernah dibonceng bapak eh tiba2 gubrak jatuh, ternyata demi menghindari tabrakan dengan pengendara yang belok tanpa sein bapak rela cium aspal dengan anaknya (bjr). Apalagi setelah tanpa rasa bersalah itu yang belok mendadak hanya noleh ke belakang lalu ngluyur nggak nolongin.

malu ama yang tua kalau lampu gak nyala
Malam hari lampu tidak dihidupkan
Ini juga membuat jengkel dan bisa berujung bahaya, apalgi jalan 2 arah tanpa pembatas jalan, langsung dah resikonya adu banteng. Ada pengalaman waktu bjr riding malam di jalanan desa, dari arah berlawanan ada bapak2 boncengan dengan istrinya dan lampu motor tidak dihidupkan, bjr yang saat itu kaget refleks menghindar dan berteriak LAMPU ! ke bapak2 tersebut.
Eh ternyata tiba2 itu bapak2 berbalik arah dan menyuruh bjr berhenti, bjr pun berhenti tanpa mematikan mesin motor begitu juga dengan bapak2 tersebut, lalu terjadilah percakapan
Bapak2 : jan**k lapo kon mau misuhi aku (***** kenapa tadi kamu ngatain saya)
Bjr : mboten pak, lampu motor sampean lo mati, mboten di uripaken (tidak pak, lampu motor anda loh mati, tidak dihidupkan)
Bapak2 : o iyo le, lali tak uripno (o iya , lupa menghidupkan)
Ya setelah itu terlihat wajah sedikit sungkan (malu) di raut bapak tersebut sambil meminta maaf bapak2 tersebut kemudian lanjut ngegas motornya, alhamdulillah lampunya sudah dinyalakan.


Lampu rem mati/ mika bening
Ini juga bahaya bayangkan saja jika tiba2 ngerem mendadak, tanpa ada peringatan di lampu rem , iya kalau pagi siang sih no problem kalau malam ?, begitu juga dengan mika putih yang membikin mata silau, entah saya nggak paham juga dengan pola berpikir rider begini.

Pasang lampu putih (non led)
Ini sih paket hemat yang bikin gaya, gak mampu beli reflektor asal pasang lampu putih, alhasil cahaya ke depan gak karuan, bisa ditebak yang dirugikan rider yang berpapasan di depan. Jadinya pingin nguncal sandal dah

Bel mobil/truk/bis/ terompet
Ini juga perilaku rider yang wuasu tenan, gak ngerti maunya apa, iya kalau moge sih ra popo gede banter, lah ini bjr biasa temui motor bebek/ matic/ sport under 200 cc asal ngebel, bayangkan kalau rider yang di bel jantungan bisa berabe kan akibatnya. Bjr saja tabah dah dengan klakson verza, yang nggak gahar2 amat tapi cukuplah sebagai pertanda bagi rider di depan, tentu saja bukan sebagai arogansi pembuka dijalanan.

Last sebagai pengguna motor di jalan pun seharusnya kita bisa menghormati pemakai jalan/ rider yang lain, buat apa sih mengintimidasi ?, toh jalanan milik orang banyak, tapi jalan hidupku hanya untukmu, eeaaa

Semoga bermanfaat


No comments:

Post a Comment