googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Short Touring Ranu Pane, Puasa Tetap Gas !

Short Touring Ranu Pane, Puasa Tetap Gas !


Selamat pagi brosis, lama tidak update blog , kali ini aib akan share pengalaman short touring menjelang idul fitri dua bulan lalu. Yups meski terlihat akgak basi secara rentang waktu, tapi tidak apalah sekalian ane kasih testi peforma ban michelin pilot street yang menempel di velg buritan honda verza.

Rabu 15 Juli 2015, Short touring kali ini bjr ambil tujuan ke ranupani/ ranupane yang secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. O iya brosis short touring kali ini sifatnya no tandem alias single touring , maklum lah masih jomblo juga (promosi , heheheh), jarak kurang lebih 150 -an lebih dengan rute yang bervariasi mulai jalan lurus sampai ancur-ancuran, plus juga jalanan berpasir khas bromo, lho kok bromo ?, yaps brosis karena untuk menuju ranupani harus melewati TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), tapi melalui gerbang Kabupaten Malang .lets go ride




Ketemu Cb kaki kekar, 
Berangkat pagi setelah shalat subuh , rute yang aib lalui adalah rute sda - malang, start engine bruum , terdengar suara senyap pagi hari ane geber santai maklum lah habis sahur, shalat , langsung tancap. kok Sahur ??, hahaha yap ini short touring tapi ya tetap namanya di bulan ramadhan tetep puasa dong , hehehe, lanjut gas, masuk malang langsung saja ambil arah terminal arjosari, lalu sebelum masuk terminal belok kanan lalu kiri ke arah tumpang, Masuk pasar tumpang anda akan menemui sejumlah jeep yang mengangkut sejumlah pendaki, jadi nostalgia 2 tahun lalu saat hiking ke semeru 

masih maba unyu2 , 2 tahun lalu di atas jeep
hiraukan foto di atas , back to story , setelah melewati pasar tumpang , lurus saja, lalu belok kiri ke arah bromo ada petunjuk jalan, kalau nggak kelihatan bisa tanya penduduk sekitar. Kemudian lurus saja, jalan yang dilalui cukup muluss, disinilah ban michelin pilot street serasa lengket dengan aspal, meski berprofil rendah terasa ban sangat ngegrip, nikung-nikung lancar jaya lah, tapi tetep safety ok brosis. terlihat jalan ramai lancar maklum menjelang lebaran , lah aib malah jalan-jalan  :)     

Jalanan khas pegunungan 
 Jalanan khas pegunungan , mulai menanjak dengan pasti akan tetapi tetap dengan kuda-kuda yang cukup panjang , si verza ane panteng di 60 km/jam sesekali 80km/ jam, lepas itu anda akan disuguhi pemandangan indah, landscape pegunungan dan sawah-sawah bisa dinikmati dengan gratis, tapi gratisnya bentar saja ya selepas itu anda akan masuk loket TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) bayar karcis lanjutkan perjalanan, selepas loket jalan pegunungan sebenarnya akan menanti yap tanjakan berkelok dengan sudut kemiringan menantang. Tengok kanan jurang , kiri juga jurang disini sebisa mungkin tetap konsentrasi. 

selfie dulu , hehehe
Selfie duluuu, kok burem ?, maklum pakai tablet bekas murahan , hehehe, (ngeles, memang orangnya burem hehehehe). Selepas selfie, jalanan di dominasi menanjak dengan aspal mix (campuran), Dan berikutnya alamaaak indah bangeet , yap pemandangan gunung bromo akan tampak jelas di rute ini, plus pasir berisiknya, bukit teletubies juga tampak jelas, bisa dilihat di foto bawah , dengan kamera tablet murah saja bisa seindah itu , apalagi jika punya kamera yang mumpuni, tapi eitts hati-hati jangan terlena dengan pemandangan  karena jalanan sempit dan sesekali ada mobil pickup pengangkut sayur, dan jeep yang lalu lalang
Indah bukan 

Dan di jalan yang remix ini terasa juga ban Michelin Pilot Street mulai goyah, yap beneer goyah, maksudnya kewalahan di jalan campuran aspal, batul, pasir, sesekali sempat terjebak di jalan pasir menanjak alhasil roda hanya spin (berputar), hehehe kelihatan kelemahannya, tapi bisa disiasati dengan skill berkendara. Selepas landscape bromo dan pegunungan, anda sudah memasuki Kab. Lumajang , dan tampak ranupani 8 kilo lagi, tapi jangan kira 8 kilo itu dekat, ya bisa dibayangkan hampir satu jam ane ke ranu pani selepas tulisan (plakat) ,seperti foto di bawah, Kok bisa ?, lanjut bawah brosis ...
Jangan kira 8 kilo dekat jika jalannya naik turun

landscape pegunungan

Batas Wilayah 
Jalanan terlihat semakin parah , yap, aspal , batu, pasir jadi satu, bisa dibayangkan rasanya gimana, sempat break sebentar ragu tapi ya kepalang tanggung gas saja, Dan seperti dibayangkan verza kewalahan di rute seperti ini karena profil ban depan 90/80 fdr dan belakang Pilot Street 110/70, roda belakang terlihat kewalahan, ya inilah pembelajaran yang paling berharga jangan pakai ban berprofil rendah di jalanan rusak, mungkin akan beda jika pakai ban standart IRC 100/90 yang berprofil tinggi. Tapi ingat brosis bukan tidak bisa melewati, tetapi cukup menyulitkan. Untuk ban depan no problem meski soft compound tapi masih bisa ngegrip di jalanan remix.
yups, ranu pane 
Setelah berkutat dengan jalanan yang ancur-ancuran akhirnya tiba di ranupani, inilah pos terakhir sebelum menuju pendakian gunung semeru , Mau sekalian hiking ? tidaklah brosis masih kurang lebih 18 km lagi jalan kaki dari ranu pani ke mahameru itu jalan kaki loh bro, cukuplah ane muter-muter santai sesekali menikmati nostalgia 2 tahun lalu saat pertama kali hiking , o iya jika hendak bermalam di ranu pani pun bisa, dulu waktu ane ngecamp disini semalam suntuk sukses membuat ane mengigil betapa tidak suhu saat malam bisa mencapai di bawah 0 derajat celcius, wes sing gak kuline pasti katuk'en (sudah pasti yang tidak terbiasa pasti kedinginan). 
Ranu Pani , hehehe
Sampai ranupane ane belok kanan ke arah pos ? nggak lanjut tancap gas ke gapura pendakian gunung semeru, waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 tidak terasa 5 jam lebih dengan riding santai untuk menuju ke ranupani. foto-foto sebentar, lalu lanjut istirahat di masjid/ mushala di sekitar ranupani,
Nostalgia 2 tahun silam , hehehehe
Gak makan minum2 ? , Alhamdulillah puasa hari itu tetap lancar jaya, meski hampir seharian melakukan perjalanan, Selepas shalat duhur , lanjut foto2 dengan landscape ranu pani dari berbagai sisi, dan modelnya ya cuma si verza hahaha, 
Cantik sih, 


see you next brosis...

No comments:

Post a comment