googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Dampak Krisis Bisnis Otomotif Eropa

Dampak Krisis Bisnis Otomotif Eropa

engine vw 1.2 TSI
Sejak krisis eropa melanda beberapa tahun silam,memang dampak yang ditimbulkan menjadi mengular,dan tentunya hampir semua bisnis tampak berdarah-darah menghadapi krisis di Benua Biru.Dampak nya berupa secara langsung maupun tidak langsung,tengok saja bagaimana pabrikan otomotif di eropa melakukan strategi diferensi menghadapi situasi yang ada,hal tersebut semata-mata dilakukan bukan tanpa alasan,jika mereka ngotot dengan strategi yang merupakan sebuah tradisi bisa ditebak industri yang mereka bangun akan menuju ambang kematian.


Mesin Ber cc Kecil/Tanggung mulai digemari
Disamping isu hemat energi,tentunya ada maksud dibalik penyesuaian cc mesin motor,memang cc yang lebih kecil (tanggung) otomatis juga menekan kadar emisi gas buang yang dihasilkan,tengok saja bagaimana mesin (mobil) dibawah 1.5 liter mulai diaplikasikan di belahan dunia,lihat juga bagaimana pabrikan mulai melahirkan motor ber cc tanggung (CBR 500) jelas saja hal tersebut mengerucut kepada kondisi otomotif di eropa yang belum stabil.Kenapa Eropa begitu berpengaruh ? JElas saja ceruk pasar eropa memang cukup berpengaruh bagi Industri Otomotif Dunia,selain itu banyaknya pabrikan asal eropa juga ikut ambil andil dalam kondisi ini.


Migrasinya Sejumlah Pabrikan Di Eropa
Tengok saja bagaimana pabrikan sekelas Triumph yang merupakan pabrikan roda dua terkenal di Inggris akan men CKD kan motornya di Indonesia,tidak hanya eropa saja lihat saja Harley Davidson yang merupakan pabrikan legendaris di Amerika rela mengalah mengeluarkan HD murah untuk pasar ASIA.Jelas saja hal tersebut merupakan pelarian dari pasar otomotif Eropa yang mulai Turun,tahun lalu saja menurut ACEA regristrasi di negara-negara uni eropa turun 7,8 %  menjadi hanya 12,53 juta,jelas angka tersebut sangat jauh dari apa yang pasar Asia,hal ini jelas ekspansi pasar merupakan hal wajib bagi pabrikan-pabrikan barat.

Negara Berkembang Dapat Untung
Negara Berkembang memang tak begitu mendapat dampak dari krisis eropa,hal tersebut memang bukan tanpa sebab,kondisi perekonomian yang stabil,dan kebijakan yang mendukung menjadi salah satu faktor kebalnya negara berkembang terhadap krisis,tentu juga tidak semua negara berkembang kebal krisis.Akan tetapi untuk negara berkembang seperti Indonesia,India dan lainnya merupakan negara yang tempat bagi Industri otomotif Eropa (dan Dunia) untuk berekspansi.Kebijakan yang bisa dibilang sangat welcome dan juga upah buruh yang jauuuh lebih murah dari negara asal menjadi salah satu faktor yang mendukung ekspansi pabrikan-pabrikan besar dunia.

Mulai Pulih tahun 2020
CEO nissan-renault Carlos Ghosn mengatakan bahwa kondisi bisnis otomotif Eropa baru akan pulih tahun 2020,statement tersebut didukung dengan kenyataan yang ada bahwa setelah dampak ekonomi yang mulai menunjukkan trend menuju kestabilan,akan tetapi untuk menuju seperti kondisi seperti semula memang perlu waktu,setidaknya hingga tahun 2020 kondisi bisnis akan stagnan atau bisa saja lebih buruk.


No comments:

Post a comment