googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Nasib Motor Bebek Ditengah Gempuran Motor Matic

Nasib Motor Bebek Ditengah Gempuran Motor Matic


Melihat Sepeda yang berseliweran dijalan tentu tak ada yang membantah jika konsumen Motor di indonesia saat ini lagi getol-getolnya sama motor tanpa Gigi alias motor Matic.Bahkan beberapa Dealer Pabrikan Honda berujar jika dalam sebulannya saja motor matic bisa terjual 5000 sampai 6000 unit itu baru satu dealer loh !.


Pasar motor Bebek Terus Tergerus
Tentu jika salah satu jenis produk pangsa pasarnya naik tentu produk jenis lain akan mengalami hal sebaliknya (penrunan).Dahulu komposisi motor Matic masih dibawah 40% an,akan tetapi sejak kurang lebih 3 tahun belakangan pangsa pasarnya melonjak melebihi 50% atau bisa dibilang paling besar diantara jenis produk lain macam motor sport dan bebek (Mengacu pada 2 pabrikan terlaris Honda dan Yamaha,Yang lainnya Pengecualian).Artinya motor bebek yang sejak 1 dekade lalu sangat digemari mulai tergerus pangsa pasarnya oleh motor matic.


Konsumen lebih memeilih Praktis
Naik Motor Matic Jelas lah Tinggal naik dan betot gas,nggak usah tarik kopling dan masukkan gigi perseneleng macam motor batangan (sport) atau bebek.Inilah yang disukai oleh konsumen Indonesia,Sebuah Kepraktisan terlebih pabrikan sekarang perlahan sudah menghilangkan kelemhan motor matic beberapa tahun lalu yaitu masalah konsumsi BBM yang terkenal lebih boros waktu itu.Akan tetapi sekarang motor matic bisa menyamai atau bahkan melebihi konsumsi BBM motor Bebek,1: 50 km mah kecil lihat saja beberapa waktu lalu motor Matic Suzuki hanya menghabiskan BBM kurang dari 10 ribu untuk rute Jakarta-Bandung Edaaan !.


Nasib Motor Bebek ??????
Tentunya motor bebek tetap akan ada meskipun konsumen semakin doyan motor matic,karena motor bebek masih mempunyai nilai history yang tinggi dan beberapa orang yang doyan kecepatan dengan harga lebih murah dari motor sport.Akan tetapi motor bebek akan berevolusi entah itu dari segi Desain atau penambahan Fitur dan Bebek Peforma Tinggi akan SANGAT diminati oleh konsumen Indo di kemudian hari. 

No comments:

Post a comment