googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: Ultrabook Dilema

Ultrabook Dilema


Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata "Ultrabook",pasti  adalah komputer jinjing yang sangat tipis atau bila didefinisikan adalah sebagai berikut Ultrabook adalah sebuah komputer dalam kategori tipis dan ringan ultraportable Laptop, didefinisikan oleh spesifikasi dari Intel. Ultrabook merupakan rancangan notebook masa depan dari Intel yang menyatukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet serta menjadi generasi baru dari perangkat yang menggabungkan respon kinerja, keamanan, ringan, dan faktor bentuk yang elegan dikelasnya.
Ultrabook telah dilengkapi dengan Instant On yang berarti dalam menyalakan ultrabook tidak perlu menekan tombol power, cukup dengan membuka dan untuk mematikannya tidak perlu dengan shutdown cukup dengan menutup ultrabook.
Dengan Desain yang tipis dan ditunjang Fitur yang sedikit diatas notebook tentu akan sangat menggoda bagi konsumen yang mengiginkan Komputer jinjing dengan desain dan performa yahud.


Diposisikan untuk bersaing Dengan Macbook Air 
Tidak perlu diragukan lagi sebelum Ultrabook lahir,tentu untuk masalah ketipisan dan performa Macbook air adalah yang terdepan.Dengan ketebalan kurang lebih 20mm dan didukung dengan Thunderbolt yang dikenal cepat dalam mentransfer data tentunya akan menggugah para pencinta  gadget jinjing untuk membelinya.Disini Intel mencoba mencetuskan Ide untuk menciptakan komputer Jinjing dengan Performa dan Desain yang sangat ciamik tentunya.Tentunya Ide Ultrabook ini disambut baik oleh produsen komputer macam Asus,Acer,Toshiba,Lenovo,Toshiba ,Intel mensyaratkan sebuah Ultrabook harus mempunyai berat dibawah 1,5 kg dan ketebalan tak melebihi 20mm serta daya hidup baterai kurang lebih 4 jam keatas.


Didukung fitur lengkap
Tentunya Intel tidak main-main dengan proyek besar ini,produsen chip procesor terbesar di seantero bumi ini membekali ultrabook dengan fitur-fitur yang superior.Lihatlah fitur instant on yang membuat menyala Ultrabook hanya dengan membukanya,lalu dengan procesor Sandy Bridge yang berplaform ULV (Ultra Low Voltage) tentunya akan membuat komputer ini ngacir,untuk mendukung kinerja kecepatan Sandy bridge,ultrabook juga dilengkapi RAM minimal 4 GB (dengan opsi upgrade ke 8Gb).Cukup ? belum,Ultrabook menggunakan media penyimpanan data menggunakan SSD yang notabennya lebih cepat dan tahan banting ketimbang piringan cakram hardisk (meskipun ini yang membuat mahal hehehe).Bluettoth dan USB 3.0 juga disertakan dalam Ultrabook untuk proses transfer data yang lebih cepat.

Konsumen masih Dilema !
Tentunya dengan segudang fitur yang disematkan dalam Ultrabook,tidak serta merta membuat Ultrabook laris seperti Macbook Air, What happend? tentunya masalah yang utama adalah harga yang ditawarkan produsen untuk produk Ultrabooknya masih tergolong tinggi,dimana rata-rata harga Ultrabook saat ini adalah $999.Tentunya dengan selisih harga beberapa dollar dibandingkan dengan Macbook Air akan membuat konsumen dilema.Tidak hanya itu masih ada juga konsumen yang berpikir jika dengan harga tersebut sudah bisa mendapatkan Laptop  Gaming dengan procesor kelas core i7  dan didukung kartu grafis macam GTX 530 ataupun Radeon seri 6.


Tentunya produsen juga harus menyiapkan strategi tentunya seperti menurunkan harga komputer tipis ini ataupun membuat Ultrabook lebih menarik lagi tentunya seperti desain yang lebih futuristik ataupun seperti rumor yang beredar diluar sana yaitu menyertakan ThunderBolt dalam Ultrabook.Jika terus berjalan seperti ini bisa di tebak "Ultrabook hanya akan menjadi bayang-bayang Macbook Air.

Gambar : Google

No comments:

Post a Comment