googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: No Chemistry between The Doctor with GP12

No Chemistry between The Doctor with GP12



Tentu orang sejagad dunia tidak ada yang meragukan seorang Valentino Rossi,Pembalap berlabel juara dunia 7 kali dengan 2 motor yang berbeda dan 3 mesin yang berbeda (500cc,990cc,800cc).Tentu ia juga masuk ke dalam jajaran legenda moto GP bersama Giancomo Agostini dan mick Dohan,akan tetapi ia satu-satunya Legenda yang masih eksis di pentas moto GP sampai saat ini.
Akan tetapi yang terjadi 2 tahun terakhir ini kontras dengan apa yang terjadi sebenarnya,dimana ia masih juga SULIT bersaing di moto GP bahkan klop dengan tunggannya saja belum,apalagi bersaing dengan pembalap lain,

Ducati berbeda dengan Duo Pabrikan Jepang
Memang dipentas moto GP nama Ducati masih terbilang Baru ketika era motoGP menggunakan mesin 4 langkah saat itulah Ducati mulai berkecimpung di Moto GP.Akan tetapi jangan diragukan soal kualitas yang ada di Ducati dengan mesin yang tergolong “BRINGAS” itu Ducati seakan membuat pembuktian bahwa tidak hanya Aprillia dan MV Agusta saja yang bertaji di Moto GP.




Ducati kuda Besi yang Liar
Casey Stoner juara Dunia 2007 tentu tak lepas dari mesin garang ducati,meski motor Ducati kala itu yang bermesin 800cc sukses membungkam Motor-motor pabrikan Jepang macam Honda,Yamaha,Suzuki,dan Kawasaki.Akan tetapi motor Ducati hanya sukses dijinakkan oleh Stoner bahkan pembalap sekelas Marco Melandri pun tak kuasa menemukan chemistry dengan Ducati.
Mungkin dengan filsofi yang  dianut ducati waktu itu kurang lebih seperti ini “Kami hanya menyediakan motor yang Cepat,Urusan Pengendalian motor tersrah Pembalap”,memang Casey Stoner tak akan membuat Ducati menjadi Smooth seperti YZR M1 akan tetapi ia sukses mengendalikan kuda besi Liar itu Cepat.

Rossi Merubah Filsofi Ducati
Tentu Ducati tidak akan menjadikan Kuda Liar Desmosedici hanya bisa dikendarai oleh Stoner,untuk itu musim 2011 Ducati merekrut Rossi dan menjadikannya sebagai pembalap yang diharapkan “Mampu” menjinakkan Ducati sehingga pembalap Lain pun dapat mengendalikan Ducati.Dari yang sebelumnya hanya focus kepada kecepatan kini ditangan Rossi Ducati berubah Total.

Chasis Ducati GP 12

Sayangnya Perubahan Itu bisa dikatakan “GAGAL”
Dimulai dari menggunakan mesin Jenis Big Bang yang katanya lebih smooth (CMIIW) dibandingkan mesin Screamer yang dulu digunakan Stoner,sampai merubah Ducati menggunakan Sasis Aluminium Delta Mox macam kuda besi Jepang,menandakan Rossi Ingin menjadikan Kuda besi Eropa Rasa Jepang meski hal itu Dibantah Rossi dalam sebuah berita,akan tetapi perubahan yang terjadi “Jelas” Mengindikasikan Ia melakukannya.
Akan tetapi Perubahan Itu gagal total dimusim perdananya,okelah jika sasis permasalahannya,akan tetapi selama masa pergantian musim yang bisa dikatakan cukup lama  tentunya bukan alas an yang tepat lagi untuk melontarkan Alasan untuk “GAGAL”.Ataupun seperti yang ia katakan dulu,jika Ducati akan lebih mudah dikendarai dengan mesin 1000cc seperti sekarang ini.


Tentu Penggemar akan “Kecewa”
Saya juga Penggemar Valentino Rossi dari mulai ia berlaga diatas Honda RC211V saya sudah mengidolakannya waktu itu,akan tetapi saya kecewa ketika ia mengendarai motor Ducati.Terlebih karena memang Ducati tak cocok dengannya Desmosedici tak akan cocok dengan gaya membalap Rossi yang khas dan pintar memainkan tempo balapan.Hanya ada dua kemungkinan Untuk Permasalahan Rossi Menggubah motor sesuai dengan gaya balapnya yang sudah jelas-jelas Gagal atau yang paling Ekstrem yaitu “Merubah gaya balapnya” tentunya hanya solusi yang terakhir yang tersisa bagi the doctor sekaligus mungkin akan menjadikan jalan baginya menemukan chemistry dengan GP12. 

No comments:

Post a Comment