googlef1d469d5fe68ebf6.html BangJoRu: 4 Masalah komunikasi Yang Sering Dialami pasangan

4 Masalah komunikasi Yang Sering Dialami pasangan




Tidak ada hubungan yang sempurna, namun bukan berarti hubungan asmara tidak bisa berhasil. Keberhasilan dalam menjalin cinta ditentukan oleh komunikasi yang tepat.


Masalahnya setiap pasangan memiliki kendala komunikasi tertentu. Komunikasi yang buruk membuat pertengkaran dan perselisihan datang bertubi-tubi. Seperti dilansir The Stir, ini dia empat masalah komunikasi yang paling sering dihadapi oleh setiap pasangan dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Salah Paham Perkataan & Perbuatan
Sangat gampang untuk menafsirkan kata-kata, email, bahasa tubuh dan tindakannya yang berbeda dari maksudnya. Misal, saat si dia terburu-buru menutup teleponnya, Anda langsung berpikir si dia malas ngobrol. Kenyataannya, si dia segera menutup telepon karena akan meeting dengan klien.

Solusinya, jangan langsung mengambil kesimpulan. Daripada berasumsi, sebaiknya minta penjelasannya. Lanjutkan meminta klarifikasi sampai Anda memahami apa maksud si dia.

2. Tidak Banyak Bicara
Sudah lama menjalin hubungan asmara, bukan berarti si dia tahu apa yang Anda inginkan tanpa Anda mengatakannya. Ketika dia tidak merespon bahasa tubuh Anda, Anda langsung kesal dan berpikir si dia tidak perhatian.

Solusinya, katakan apapun yang Anda inginkan. Pria bukanlah peramal yang bisa mengetahui apa isi hati Anda. Dengan mengatakan apa yang Anda inginkan dan rasakan, maka segalanya lebih jelas.

3. Menghindari Topik Tertentu
Anda menghindari topik tertentu dengan pasangan. Mungkin Anda merasa kecewa, di sisi lain mungkin Anda tidak ingin membicarakannya.

Solusinya, jangan menghindari sebuah masalah. Sebaiknya selesaikanlah masalah tertentu yang mengganjal. Dengan membicarakannya, maka Anda dan pasangan akan menemukan solusi.

4. Anda Harus Selalu Benar
Mempertahankan argumen ketika kita merasa benar pasti pernah dilakukan oleh setiap pasangan. Kita merasa benar dan kita membuktikannya. Sehingga kita memilih bertengkar agar memenangkan argumen.

Solusinya, tidak perlu bertengkar untuk mempertahankan argumen Anda. Menunjukkan kebenaran Anda bukanlah poin dari komunikasi tersebut. Bersedia melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain, membuat Anda belajar menghormati pendapat orang lain.

No comments:

Post a Comment